Rabu, 29 Januari 2014

Perjalanan Wisuda Sarjana sampai Titik Nol


Saya masuk jurusan Teknik Kelautan ITS karena ingin menjadi Teknisi atau engineer atau ahli di bidang kelautan dan kemaritiman. Tetapi di pertengahan jalan tepatnya saat mengerjakan tugas akhir (TA) kuliah, saya sudah kepikiran untuk membuka usaha mandiri. Cita-cita ini mulai muncul menjelang akhir kuliah, saya pun bersama 4 teman mahasiswa membuat usaha kecil namanya Chiby Milk. Pertengahan bulan mei 2013, ada workshop entrepeneur yang diadakan oleh yayasan beasiswa KSE dan donatur Bank OCBC NISP. Konsentrasi pun terpecah antara menyelesaikan TA dan mengembangkan diri dalam entrepeneur, saya pun ikut workshop tersebut (Young Entrepeneurship Spirit) yang diadakan di kota bandung selama 3 hari. Dan tiba di Surabaya, saya harus menyiapkan bahan presentasi untuk ujian TA (P2) yang dilakukan pada besoknya. Saya tetap semangat untuk ujian P2 walaupun hati sudah berbunga-bunga menjadi wiraswasta, karena ini juga tuntutan orang tua agar lulus tepat waktu. Untuk proses pengerjakan TA di jurusan teknik kelautan ada 3 kali yaitu P1, P2 dan P3.

Alhamdulillah ujian TA P2 bisa diselsaikan dengan baik dan lancar, walaupun sebenarnya masih banyak yang harus direvisi dan dikerjakan lagi. Bapak dan ibu selalu menghubungi saya pada saat proses pengerjaan TA, memang kedua orang tua sangat menyayangi semua anaknya dalam keadaan apapun. Kemudian permasalahan TA yang belum diselsaikan cukup banyak dan tugas besar kuliah serta tugas organisasi dan jualan berjalan beriringan. Memang ini yang tersulit dalam mengatur waktu karena semua kegiatan harus berjalan. Tetapi lambat laun semua kegiatan harus ada dikorbankan agar program semester akhir ini berhasil dengan baik. Maka dengan ini, usaha kecil ini yang dihilangkan karena kondisi teman-teman juga mengalami masalah seperti saya. Hal inilah yang membuat karakter pribadi menjadi seorang entrepeneur menjadi terkikis.

Dengan sabar, tabah serta selalu berdoa TA bisa diujikan ke P3 sesuai waktunya. Memang perjalanannya tidak selancar dan baik yang kita bayangkan. Anda semua yang mengambil skripsi/TA pasti mengalaminya. Detik-detik kelulusan sarjana teknik sudah didepan mata, akhirnya saya pun mengikuti yudisium jurusan dan institute pada pertengahan bulan agustus 2013. Setelah yudisium, calon wisudawan menunggu diwisuda sekitar 1 bulan. Sehingga waktu itu saya mengulang lagi untuk menjadi seorang entrepreneur dengan mengikuti finalist Young Entrepeneurship Spirit (YES) yang diadakan di Jakarta dengan aturan seleksi proposal. Alhamdulillah nama saya tercantum di finalist dan presentasinya diadakan setelah acara wisuda. Dengan rasa syukur yang tak hingga dan cukup bahagia, saya diwisuda di Graha ITS tanggal 22 september 2013. Momen senang dan cuka cita bersama dengan keluarga cukup dirasakan 1 hari saja karena saya tidak ikut pulang bersama keluarga, dan menyiapkan ke Jakarta untuk presentasi finalist lomba YES. 

Akhirnya saya dan 2 rekan sesama penerima beasiswa KSE berangkat ke Jakarta dengan membawa proposal masing-masing. Di sana bertemu dengan 12 tim proposal yang akan memperebutkan hadiah untuk mengembangkan usahanya. Saya belum berpikir untuk mencari pekerjaan saat wisuda. Acara Bursa Karir ITS (BKI ) yang diadakan setelah wisuda juga terlewatkan. Tetapi teman deket saya terus memberi nasehat agar menitipkan berkas untuk dilamarkan perusahaan yang sesuai di BKI. Hati paling dalam masih terpikir untuk menjadi pengusaha mandiri. Maka dari itu, dengan tekad bulat untuk memenangkan lomba tersebut sangat antusias. Jika saya menang, inshaallah waktu itu tidak akan bekerja dan tetap berwiraswasta. Pada saat pengumuman pemenang lomba juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1, 2, 3, hati saya berdebar-debar kencang. Keputusan menjadi jobseeker atau pengusaha amatir akan saya putuskan di situ. Saya berdoa kepada Allah SWT yang terbaik buat masa depan saya dan sekitarnya. Dengan suasana acara yang cukup istimewa yang disponsori Bank OCBC NISP, momen pengumuman menjadi ajang ramah tamah antara peserta dan panitia. Dan akhirnya saya tidak mendapatkan juara apapun dalam kompetisi tersebut dan bersyukur mendapatkan uang saku untuk tambahan usaha. Di sinilah hati bimbang dan bingung mau berjalan kemana arah kompas kehidupan saya.

Sesampai di kota Surabaya dilanjutkan mengikuti tes interview bank mandiri tanpa ke kos terlebih dahulu sehingga badan belum mandi. Saya cukup terkejut juga dengan adanya interview bank, walaupun tidak kepikiran saya terima kasih kepada yang melamarkannya. Setelah itu, ada panggilan psikotes dari meratus line di kampus. Hasil dari psikotes pun tidak sesuai harapan, hal ini yang membuat pengalaman pertama kali mengikuti tes kerja perusahaan. Saya tidak memiliki banyak kesempatan lagi untuk mengikuti tes pekerjaan. Saya pulang ke jombang dan berdiskusi dengan orang tua, mereka mengharapkan saya untuk bekerja terlebih dahulu. Maka dari itu, saya mulai merenung dan berpikir keras untuk mencari solusinya. Teman dekat juga selalu mendukung untuk mencari pekerjaan terlebih dahulu. Lalu, dua minggu setelah wisuda diputuskan untuk menjadi jobseeker karena jalan ini yang sesuai dengan keadaan saya.

Pada bulan oktober 2013 banyak job fair yang diadakan di sekitar kota Surabaya dan malang. Tidak ketinggalan momen, saya menyiapkan banyak lembaran berkas untuk dilamarkan di perusahaan yang membuka stand. Pada bulan itu, saya pernah mengikuti tes kerja dari perusahaan Paragon, BRI, dan Astra. Tetapi hanya Astra yang tidak saya ikuti karena berbenturan dengan BRI. Satu prinsip yang menjadi pegangan bahwa melamar berbabagi pekerjaan dan mengikuti tes merupakan suatu proses awal untuk mencapai tujuan dan pengalaman. Saya pun mengirim banyak lamaran di lowongan SCC kampus ITS. Sampai bulan November, belum ada tes pekerjaan yang mendekati tahap akhir. Akhirnya diputuskan untuk mengikuti bursa karir ITB dan saya berangkat sendirian dari Surabaya. Doa orang tua dikabulkan karena saya mendapatkan panggilan tes CPNS BPPT di bulan November 2013. Pada waktu mengikuti job fair ITB, hanya 1 perusahaan yang memberikan panggilan tes yaitu PT Tripatra. Nasib ini juga dirasakan seluruh teman seperjuangan dari Teknik Kelautan yang mengikuti bursa karir di sini.

Rute selanjutnya adalah menuju Jakarta untuk bertemu alumni Teknik Kelautan ITS dan mengikuti tes pekerjaan yaitu BPPT dan PT Tomo & Son. Tes pertama di PT Tomo & Son karena saya dan teman saya (Cepe) melamar saat ada pengumuman di group Teknik Kelautan. Alhamdulillah pada hari itu juga dinyatakan lulus oleh perusahaan. Tetapi orang tua belum mengijinkan saya untuk bekerja di luar jawa, karena kedua kakak saya masih di luar jawa yaitu Papua dan Brunai Darusallam. Jadi saya tidak mengambil karir di perusahaan surveyor kapal tersebut. Kehidupan Jakarta cukup resah dan padat apalagi kondisi menganggur sehingga menimbulkan rasa ingin libur sejenak. Kemudian saya tentukan refreshing sejenak ke Bogor/IPB untuk mengunjungi teman SMA (Azam). Liburan ke bogor dihabiskan selama 3 hari, bersyukur bisa jalan-jalan ke puncak bogor. Saya balik lagi ke Jakarta untuk persiapan tes pertama BPPT. Pada waktu tes tersebut saya kurang pede karena belum belajar maksimal tes CPNS. Alhamdulillah bisa mengerjakan tes dengan baik dan hasilnya di atas standar nilai minimum. Dan hari itu juga langsung balik ke Surabaya dengan naik kereta sendirian. Berangkat naik ekonomi dan pulang naik eksekutif, hehehe.

Saya bersykur pada bulan November dan desember masih ada tes berlanjut dari PPS BRI. Dan proses melamar ke berbagai perusahaan tetap dilanjutkan, hal ini untuk menguji kesabaran dan belajar menjadi jobseeker yang baik. Bulan desember ada beberapa panggilan tes yaitu tes akhir PPS BRI dan BPPT serta tes bulan januari yaitu PT Depriwangga Engineering dan PT Indospec Asia. Ibu berharap bekerja di BRI saja karena melihat perusahaan berbasis BUMN dan bapak berharap sesuai dengan ilmu pendidikan kuliah. Kedua orang tua terus berdoa dan berjuang yang terbaik demi anaknya. Saya pun terus berdoa dan berharap bahwa bulan desember 2013 sudah ada pencerahan dalam dunia karir. 

Bulan desember 2013 juga akan berganti tahun baru 2014 dan kabar tentang pekerjaan belum pasti. Saya tetap berpikiran positif dan Allah SWT selalu memberikan cobaan pada hambaNya. Berkarir di BRI juga kelihatannya pupus karena teman seangkatan seleksi sudah ada yang dipanggil ke Jakarta. Pada hari selasa, 31 Desember 2013 saya dan teman berusaha untuk menenangkan hati dengan cara berlibur di daerah dingin yaitu Pacet, Mojokerto. Sebenarnya ini hanya bertujuan untuk mengurangi kejenuhan pikiran akan pekerjaan. Pada siang hari, kami langsung balik ke Surabaya dan menghindari kemacetan Surabaya saat acara tahun baru. Saya merasa ada sesuatu yang baik bagi saya, tiba-tiba kakak laki-laki dari papua menghubungi kalau diterima di BPPT. Saya langsung bersyukur tak hingga dan Alhamdulillah sudah diputuskan untuk berkarir di lembaga pemerintahan tersebut. Di pertengahan jalan, tepatnya di jalan mojosari mencari warnet untuk mengeceknya. Saya segera menghubungi kedua orang dan mengucapkan terima kasih atas doanya selama ini. Saya pun memutuskan tidak menghadiri interview perusahaan engineering.

Itulah perjalanan sekilas untuk mencari karir setelah wisuda sarjana, sebagaimana dibebani pikiran untuk memutuskan menjadi jobseeker atau pengusaha amatir. Rentang waktu 3 sampai 4 bulan untuk berproses mencari pekerjaan yang sesuai bidang akademik. Banyak hal yang harus dirasakan seseorang untuk menjadi bagian jobseeker. Memang tidak semua mencari pekerjaan yang sesuai keinginan itu berjalan dengan lancar dan baik. Allah SWT memberikan kehendak kepada hambaNya selalu memiliki takaran yang pas dan tepat. Kita sebagai manusia hanya dituntut untuk selalu bekerja keras dan berusaha. Hasilnya kita serahkan kepada Maha Pencipta dan Maha Kehendak secara positif thingking. Semua pekerjaan itu bisa membahagiakan semua hambanNya yang dilandasi dengan rasa syukur, ikhlas, kerja keras dan taat serta menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Semoga manusia bisa sukses akhirat dan dunia. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar