Berpikir hidup di suatu negara yang majemuk seperti Indonesia memungkinkan terjadi berbeda pandangan dan pemikiran antara yang satu dengan lainnya. apakah hal tersebut menjadikan bangsa ini tidak bisa berkembang dengan baik? Saya mencoba untuk merenungkan istimewanya bumi pertiwi ini sejak sekolah menengah hingga kini. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara boleh berpikir jelek atau baik terhadap bangsa Indonesia tetapi kita harus segera untuk berubah menuju arah yang lebih baik sesuai cita-cita founding father negara indonesia.
Tidak perlu berkecil hati dengan permasalahan yang ada di sekitar kita, sekalipun dunia luar mengganggap masyarakat Indonesia lebih rendah daripada bangsanya, bagi saya itu hanya pikiran sepihak saja dari pandangannya dan tidak mau mengakui keberhasilan negara lain. Tidak jauh lama ini, kita dibuat gembira oleh putra-putri Indonesia yang berhasil meraih juara pertama kompetisi Rancang Robot di Olimpiade Robot Internasional Arabia yang meliputi kawasan timur tengah dan afrika utara . Kemudian peringkat ketiga olimpiade sains junior internasional 2010 . Prestasi yang diraih anak bangsa tersebut salah satu contoh bukti Indonesia bisa menyaingi kepandaian negara maju. Mantan presiden Republik Indonesia, Pak habibi merupakan putra indonesia yang memberikan sumbangan ilmu pengetahuan untuk kehidupan dunia melalui aspek ilmu pesawat terbang dan saya yakin masih ada tokoh-tokoh lainnya yang lebih hebat.
Melihat kehidupan masyarakat Indonesia pasti akan merasakan dua suasana yang berbeda tetapi pada umumnya keduanya andil berkontribusi dalam pembangunan perekonomian negara Indonesia. Ini adalah kehidupan masyarakat di desa dan di kota, di negara ini hampir 54% penduduknya tinggal di perkotaan dan sisanya berada di pedesaan. Suasana masyarakat pedesaan sangat ramah dan rasa kepekaan sosial sangat tinggi. Tidak heran bermacam-macam suku dan budaya masyarkat Indonesia masih bisa bertahan sampai sekarang. Kehidpan kota pun demikian, meskipun sifat individual ada pada setiap orang, mereka tetep menjunjung tinggi rasa tenggang rasa dan toleransi. Maka dari itu, sejak dulu banyak pedagang arab dan cina bisa diterima oleh masyarakat setempat.
Kemajuan pembangunan negara biasanya identik dengan majunya terhadap pendidikan bangsa tersebut. Indonesia mulai jaman kemerdekaan hingga sekarang sudah banyak peningkatan, memang harus diakui pendidikan secara keseluruhan belum merata. Saat ini banyak perguruan tinggi baik swasta dan negeri yang berdiri di daerah-daerah serta aktif melakukan pertukaran siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi ke luar negeri. Pemerintah sekarang sudah menganggarkan APBN sebesar 20% berarti sudah berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkat mutu pendidikan yang lebih baik, realisasinya seperti program wajib belajar 9 tahun. Secara prestasi sudah banyak bukti Indonesia bisa bersaing dengan yang lain. Tahun ini dengan adanya RUU Perguruan Tinggi yang bisa memperbaiki sistem pendidikan Indonesia, sebagaimana orang berpenghasilan rendah ada kuota untuk bisa menikmati belajar di perguruan tinggi.
Seiring dengan majunya IPTEK dan derasnya arus globalisasi di dunia ini, hak asasi manusia menjadi prioritas utama dalam menjalan aktivitas kehidupan sehari-hari. Negara barat menyerukan untuk hidup berdemokrasi secara peri-kemanusiaan agar kedamaian dunia bisa terjaga dengan baik, faktanya hal itu hanya jadi slogan. Menurut pendapat saya, Indonesialah yang menjadi negara demokrasi yang terbaik dari negara manapun. Dari berbagai macam suku bangsa dan adat istiadat, Indonesia saat ini tetap bisa hidup berdampingan dengan selaras dan harmonis. Logikanya kalau Indonesia memilik aneka ragam budaya dan hidup berdemokrasi, pasti akan cepat hancur negaranya. Sekarang ini Indonesia sudah menjunjung tinggi nilai demokrasi, karena bertanah air satu, berbahasa satu dan berbangsa satu “ Indonesia”.
Kita tidak perlu menyalahkan pemipin terdahulu maupun sekarang dengan keadaan Indonesia yang masih berkembang seperti ini. Perubahan besar tidak bisa terjadi jika masyarakat dan pemerintah tidak mempunyai satu visi yang sama dan maju. Kita menjadi bagian dari masyarakat memiliki kewajiban untuk membangun negara Indonesia yang adil makmur terlepas kewajiban tersebut menjadi tugas pemerintah. Indonesia menjadi harapan dunia sebagai negara yang bisa menjaga kedamaian dunia, maka dari itu negara ini berpotensi besar untuk menjadi negara yang maju dan modern. Dengan letak geografisnya, SDM yang tersedia dan SDA yang mendukung, insyaallah tujuan dahulu negara Indonesia didirikan bisa terwujud.
Persebaran sumber daya alam Indonesia tersebar secara merata di seluruh daerah Indonesia baik hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan maupun pertambnagan. Wilayah daratan dan lautan Indonesia memiliki ukuran yang sangat luas dan sebagian besar daratannya mempunyai tanah yang subur. Produk pertanian, perkebunan maupun hutan sudah cukup banyak yang dihasilkan dan bahkan hampir semua tanaman yang ada di luar negeri bisa tumbuh baik di Indonesia. Inilah yang menjadikan Indonesia sebagai warisan dunia, hasil alam yang melimpah pasti mendukung masyarakatnya hidup sejahtera. Di perairan pun tidak kalah juga, banyak hasil perikanan dan peternakan yang bisa diolah dan diambil. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki aneka jenis tambang seperti bahan tambang mineral dan migas. Menurut Indonesian for Global Justice Indonesia tahun 2011 sebagai pemasok utama bahan mentah bagi industrialisasi negara-negara maju, sehingga Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam peta sumber daya alam global. Maka dari itu, seharusnya Indonesia menjadi actor utama dalam menentukan dinamika ekonomi politik internasional.
Diketahui bersama bahwa wilayah perairan Indonesia memiliki luas 2/3 dari luas wilayah keseluruhan. Ini menunjukkan potensi cadangan energy yang cukup banyak dari lautan Indonesia yang bisa dioptimalkan. Banyak ilmuwan yang memprediksikan energy terbarukan dan tidak terbatas tersedia pada sumber daya laut. Contoh energy terbarukan yang di bisa diperoleh yaitu akibat gelombang air laut, temperetur air laut, gerakan angin laut, arus laut dan masih banyak lainnya. Sebagai negara maritim sebaiknya kita harus belajar dari nenek moyang kita yang katanya sebagai pelaut handal tanpa takut terjangan ombak yang besar sekalipun.
Menurut BPS tahun 2010, dari sabang sampai merauke Indonesia memiliki kurang lebih ada 1340 suku bangsa, 7 agama yang diakui oleh pemerintah dan kepercayaan yang diakui, dan 2500 bahasa . Dengan jumlah tersebut, masing-masing budaya tidak mempunyai kuantitas SDM yang sama. Dalam hal ini, bahwa sturktur sosial budaya Indonesia masih menunjukkan struktur bangsa yang majemuk. Gambaran ini menjelaskan juga semboyan “bhineka tunggal ika” yang menjadi ikatan itegralistik bangsa Indonesia masih terjaga dan terpelihara dengan baik. saya juga ingin menegaskan bahwa 4 pilar negara Indonesia yang harus ditanamkan setiap warga negaranya yaitu UUD 1945, pancasila, NKRI dan garuda pancasila.
Bahasa Indonesi a merupakan alat untuk mempersatukan masyarakat yang majemuk dan aneka ragam. Bahasa ini mulai dikembangkan dari bahasa melayu yang secara historis telah lama merupakan lingua franca, bahasa persatuan. Nasionalisme yang dapat menjadi perekat bangsa di wilayah yang dahulunya disebut hindia-belanda disebarkannya dalam bahasa Indonesia, secara tertulis dalam media, secara lisan dalam rapat-rapat umum. Melihat wilayah tanah air kita yang luas dan memiliki beribu bahasa, pasti tidak heran kalau bahasa Indonesia digunakan oleh masyarakatnya sekitar 20% setiap harinya. Para pemimpin terdahulu pada waktu zaman kolonial penjajahan, bekerja keras untuk mengintregralistikan bangsanya lewat bahasa perekat ini. Tidak perlu berpikiran salah jika ada penganalisis barat mengatakan Soekarno telah menempa suatu bangsa dengan bermodalkan bahasa. Oleh sebab itu, sebaiknya tidak mengabaikan pemakaian bahasa Indonesia, baik di lingkungan umum pribadi, demi menjamin kelestarian bangsa dan negara.1
Perlu disyukuri bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi masyarakatnya untuk beragama. Pemerintah telah membuat aturan yang melindungi warganya untuk bebas memeluk agamanya masing-masing, sehingga paham komunisme (tidak percaya Tuhan Yang Maha Esa) sedikit terkikis di bumi pertiwi meskipun setiap orang ada yang meyakini itu. Kita harus mengerti tentang kemerdekaan NKRI dengan tertulisnya pembukaan UUD 1945 alinea ke-3 yang bagiannya berbunyi “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa” ini menandakan kita hidup di dunia dan khususnya harus percaya adanya Tuhan. Agama yang satu dengan yang lain sebaiknya tidak perlu dibandingkan,, umat harus taat pada agamanya dan saya yakin semua agama mengajarkan kebaikan dan hidup yang damai sesama manusia. Insyaallah kalau semua umat mengerti, memahami dan mengamalkan nilai-nilai agamanya kehidupan antar beragama tidak akan lagi terjadi konflik horizontal.
Pembahasan negara Indonesia, bangsa Indonesia, tanah air Indonesia, bahasa Indonesia dan indoensia lain-lainnya pasti memiliki banyak perihal kompleks dan hubungan aspek yang cukup banyak. Di sini apakah setiap warga negaranya paham akan lahirnya sebuah kata Indonesia!. Sebagian besar rakyat Indonesia berpikiran kata Indonesia berasal dari hubungan kata nusantara atau hindia-belanda. Saya belajar dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi baru sadar akan pentingnya mengerti kata Indonesia itu berasal darimana dan orang-orang Indonesia itu siapa saja. Inilah yang menjadikan negara Indonesia tidak di cintai oleh beberapa masyarakatnya, padahal kita sering belajaruntuk mengamalkan cinta tanah air indonesia. Sekarang banyak orang berpendapat bahwa Indonesia merupakan negara imajiner, yang ada hanya negara pulau dengan namanya sendiri yang diakibatkan kurang pemeretaan keadilan dan kemakmuran.
Alm. mantan presiden Soekarno, pernah menjelaskan kepada Cindy Adams dalam Autobiografinya sebagai berikut: kata “Indonesia” berasal dari seorang entholog Jerman, bernama Jordan, seorang sarjana di negeri Belanda. Studi khususnya ialah mengenai rangkaian pulau-pulau kami. Karena kepulauan kami letaknya dekat dengan india, maka ini dinamakan “Kepulauan Hindia, “Nesos dalam bahasa yunani berarti, kepulauan, menjadi Indusnesos dan akhirnya Indonesia.2 Perihal ini hanya kecil kebenarannya dan sebagian besar menyesatkan. Dengan temuan Kreemer, maka orang-orang terdahulu dan sekarang meyakakini bahwa nama-nama “Indonesia” dan “orang-orang Indonesia” lebih tua dari pada tahun 1884 yang disangka oleh penjelasan soekarno.
Dalam Koloniaal Weekblad tanggal 3 Pebruari 1927, kreemer membuktikan bahwa kata-kata ini pertama kali dipakai oleh seorang sarjana enthologi bernama J.R. Logan dalam tulisannya, “The Ethnology of the Indian Archipelago”, dalam journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia dalam tahun 1850. Dengan mengikuti jalan pikiran Kreemer, orang bisa membenarkan bahwa “Bapak” dari kata “Indonesia” adalah Logan dan bukan orang-orang komunis abad keduapuluh. Sebenarnya ada yang mendahului Logan, ialah seorang setanah airnya ,G.W.Earl, yang telah menggunakan kata-kata “Indu-nesians” dan Melayu-nesians” untuk penduduk asli kepulauan, akan tetapi Earl tidak sampai memberi nama sendiri kepada kepulauan itu sendiri (yakni Indonesia).3
Tidak mudah pemuda-pemudi zaman penjajahan untuk menyebarluaskan kata Indonesia sebagai pemersatu negara-negara kepualauan ini. Meskipun lahirnya kata tersebut bersumber dari orang asing dan bahkan tanggal dan tahun belum diketahui, sebagai warga negara Indonesia harus tetap menanamkan jiwa nasionalime kita terhadap bangsa Indonesia. Kita hidup di Indonesia dan sebagai orang-orang Indonesia mempunyai kewajiban memakmurkan tanah air ini, tidak peduli dari mana asalnya, pulaunya, sukunya bahwa Indonesia menjadi NKRI merupakan harga mati. Hiduplah Indonesia raya.
Daftar Pustaka
Ichimura,S
dkk.1976.Indonesia “Masalah dan Peristiwa Bunga Rampai”.Jakarta: P.T. Gramedia
S.K.,Wahyono
dkk.2008.Jayalah bangsaku! Satu Abad Kebangkitan Nasional Indonesia
1908-2008.Jakarta : Markas Besar LegiunVeteran Republik Indonesia
Badan Pusat
Statistik.2010.Kewarganegaraan Penduduk Indonesia.
search/searchtext.xml Diakses
tanggal 4 September 2012
Indonesia
Berprestasi.2011.Anak Indonesia Juara Olimpiade Robot Internasional Arabia.
Kompas.com 2012. Hampir
54 Persen Penduduk Indonesia Tinggal di Kota.
Indonesia.Tinggal.di.Kota Diakses
tanggal 2 September 2012
1.
Rosihan Anwar, dalam bukunya “ Sejarah kecil ( Petite Histoire) Indonesia Jilid
5 : Sang Pelopor, Tokoh-Tokoh Sepanjang Perjalanan Bangsa”
2. Sukarno,Authobiography
as told to Cindy Adams,(Indianapolis, Kansas City & New York:
BobbsMerrill,1965),hlm.63
3. Mohammad
Hatta,Verspreide Geschriften, (Jakarta, Amsterdam & Surabaya: C.P.J. van
der peet, 1952),hlm.344