Minggu, 28 Oktober 2012

Pemuda Tempo Doelu dan Masa Kini

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 oktober dan momen itu terjadi tiap tahun, maka tidak terasa sudah 84 tahun Indonesia menggenang ikrar pemuda yang menyatakan integralistik dalam kebinekaan bangsa indonesia. Menjelang hari peringatan tersebut, banyak aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah melalui kemenpora, pemda, dinas terkait, organisasi kepemudaan dan banyak lainnya untuk memeriahkan suasana tersebut. Memang tidak salah juga kalau elemen masyarakat berbondong-bondong hanya menikmati kegiatan tanpa melihat dan memahami esensi sumpah pemuda yang dicetuskan para pemuda terdahulu. Tidak perlu membandingin antara yang dulu dengan yang sekarang dan menurut soekarno " jangan lupakan sejarah agar pengalaman yang kurang baik dan benar bisa di luruskan pada massa selanjutnya" JASMERAH.

Melirik sedikit tentang keadaan pemuda pada waktu zaman kolonialisme, disini yang perlu ditekankan adalah perjuangan dan pergerakan mereka dalam mencapai tujuan bangsa masa itu. Kebangkitan bangsa indonesia memang ada yang mengatakan terjadi di awal abad XX, sebagaimana muncul organisasi atau perkumpulan pelajar yang berjuang dalam dunia pendidikan kaum pribumi, seperti halnya Budi Utomo tergerak karena ingin memperkuat ikatan pelajar indonesia dalam gerakan melawan tindakan pihak kolonial yang membodohi bangsa pribumi. Tetapi hal ini terjadi pada ruang lingkup yang sedikit artinya pergerakannya masih di jawa dan sedikit daerah sumatera dan sulawesi. Sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal. Maka dari itu, sekitar tahuan 1928an Pemuda zaman bung hatta dengan teman-temannya untuk berpikir dan mengajak manusia-manusia lainnya di seluruh pulau indonesia untuk merumuskan bangsa indonesia ke depannya.

Kondisi realita pemuda Indonesia pada saat ini atau post-revolusi memiliki beberapa kelemahan mentalitas yang umumnya terdapat pada individunya, Faktor ini menyebabkan pemuda jauh dari sifat jiwa pembangun bangsa. Kalau bisa dikatakan bahwa mereka menjalankan hidup tanpa pedoman dan tanpa orientasi yang tegas. Mentalitas dan karakternya sebagai berikut, pertama sifat mentalitas meremehkan mutu; mentalitas suka menerabas atau suka keadaan yang instan; sifat tidak percaya pada diri sendiri; sifat tidak berdisiplin murni; sifat mentalitas yang suka mengabaikan tanggung jawab yang kokoh.

Kembali pada puncaknya kesadaran nasional tahun 1928, abad XX merupakan awal mula sejarah perjuangan kemerdekaan nusantara jajahan hindia belanda yang dikenal dengan nama Indonesia. Perjalanan penting diinisiasi lahirnya banyak organisasi modern baik yang bersifat local maupun agama yang selanjutnya mengikrarkan sebuah salah satu peristiwa penting di indonesia. Kejadian sumpah pemuda yang dicetuskan oleh berbagai organisasi daerah menjadi titik awal perjuangan persatuan dan solidaritas bangsa Indonesia. Dengan sumpah pemuda, semua gerakan daerah dengan usaha susah payah dapat meleburkan diri dan bersepakat untuk mendeklarasikan trilogi pernyataan yang sangat tegas menyampaikan tumpah darah/ tanah, bangsa dan bahasa Indonesia.

Besarnya peran pemuda dalam pergerakan kebangsaan dan menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menggerakan perubahan dan menciptakan sejarah baru bangsa. Dalam catatan sejarah hampir seluruh sejarah penting yang tercipta di negeri ini dilakukan atas peran pemuda, seperti berdirinya berbagai organisasi perintis pergerakan nasional awal abad XX, gelora 1928, 1945, 1966 hingga 1998. Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan betapa signifikannya keberadaan pemuda dalam konteks keindonesiaan.

Pemuda Indonesia masa sekarang menghadapi tantangan yang semakin berat, dalam kecenderungan sosial yang makin massif dan dinamis. Nasionalisme terancam oleh berbagai persoalan kebangsaan seperti besarnya utang luar negeri, memudarnya rasionalitas dan praktik kriminalitas. Persoalan nasionalisme bukan sekedar merasa satu bangsa, satu bahasa dan satu tumpah darah untuk membuat identitas tunggal guna melawan kekuatan asing yang membelenggu negara Indonesia. Dua kekuatan yakni globalisasi dengan logika dan asumsi-asumsi universalitas, uniformitas, dan sentralisasinya dengan etno-nasionalisme menjadi ancaman nasionalisme Indonesia kini. Kita perlu membangun kembali kesadaran sejarah guna merumuskan masa depan untuk membuat kesatuan gerak. (Supardi dalam tulisannya SUMPAH PEMUDA SEBAGAI PUNCAK KESADARAN NASIONALISME INDONESIA)

Mari berinstropeksi bersama mengenai peran dan kontribusi pemuda untuk kemajuan bangsa indonesia. Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk menjadi negara yang modern, maju, dan menjadikan masyarakat adil makmur sesuai cita-cita pendiri bengsa ini. Pemudalah yang memegang peranan penting untuk mengendalikan kemajuan negara. Dengan semakin banyaknya usia produktif, pasti banyak pula ide dan gagasan kreatif, inovatif untuk merubah bangsa ini lebih baik lagi. Peran pemuda diharapkan sesuai dengan kemampuan masing-masing, didistribusikan melalui jalan yang sesuai skill yang dimiliki baik yang suka pengusaha, akdemisi, dunia profesional, maupun pegawai pemerintah yang benar dan baik. Insyaallah kalau berbagai macam elemen tersebut bisa bersinergi dengan baik, orientasi negara ini untuk menjadi maju tinggal menunggu momentumnya saja. Semangat para pemuda.

Jumat, 26 Oktober 2012

Aku dan Organisasi di Kampusku

Perkembangan jaman yang cukup menglobal seperti saat ini, membuat setiap manusia untuk mempersiapkan dirinya sejak jauh-jauh hari untuk menjadi seseorang yang tangguh di tengah kehidupan dunia. Begitu juga pada dunia mahasiswa yang penuh kreatifitas, kebebasan berpikir dan tidak mengenal salah di antara sesama mahasiswa. Hal ini memang menjadi mahasiswa merupakan masa orientasi menuju kehidupan nyata alias mau terjun ke masyarakat. Maka dari itu, namanya mahasiswa boleh dikatakan punya kesempatan untuk melakukan kesalahan untuk mendapatkan pembelajaran dan pencarian identitas dirinya. ok Saya pribadi yang awalnya buta tentang realita kehidupan masyarakat, sedikit tahu ketika menyandang status mahasiswa seperti hari ini. Apakah mungkin kita jauh dengan orang tua sehingga jelas segala aktivitas disiapakn secara individunya sendiri. Ini hanya menurut hemat saya saja, barangkali pemikiran selain saya juga beda mengenai kondisi nyata hidup bermasyarakat. Mungkin juga pasa SD sampai SMA saya tidak pernah ikut komunitas apapun yang lingkupnya cukup besar. hehehe

Kampus perjuangan surabaya lah yang membuka jalan kehidupan baru saya tepatnya di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Awal masuk perkuliahan sudah diberi kegiatan orientasi mahasiswa baru (ospek) yang begitu unik aktivitasnya. Baru pertama merasakan ospek sebenarnya seperti yang di sampaikan senior-senior atau berita media massa atau elektronik. Tetapi hal inilah yang membuat sadar pikiran saya tentang sebuah kehidupan yang majemuk, manusia yang heterogen dan perbedaan karakter manusia. Beruntung orang tua memberikan modal tentang perbedaan apapun di dunia itu tidak bisa diabaiakan, harus dicari pemahaman dan kebaikan untuk urusan dunia ini. Jadi ospek yang jalankan di kampus ini membuat mindset dan perubahan pemikiran saya menuju lebih baik. Banyak hikmah dan nilai-nilai yang didapatkan untuk menjadi seseorang yang siap bertempur di tengah masyarakat. Terima kasih mas-mas dan mbak-mbak yang memberikan ilmu sosialnya, yang buruk dibuang dan yang baik tetap dipertahankan, namanya manusia khususnya mahasiswa pasti melakukan kesalahan.

Mbak nia, kakak perempuan saya pernah menulis tentang diri saya di catatannya yang intinya menyebutkan bahwa adikku berubah dari kehidupan sebelum kuliah. Apa ya yang berubah, padahal ya wajar-wajar saja seperti ini?Setelah menjalani kuliah satu tahun, saya mengikuti 3 lembaga mahasiwa di kampus. Dengan semangat mahasiswa ITS, banyak kenalan mahasiswa lintas jurusan. Bahkan tahu hampir seluruh letak & posisi jurusan seluruh ITS akibat kegiatan kemahasiswaan ini. Pulang ke kos malam-malam dan energi yang digunakan untuk belajar sedikit berkurang. Kemungkinan inilah yang mengakibatkan IP turun dalam 3 semester dalam kesalahan dalam membagi waktu. Semoga hal ini tidak terulang dalam pengalaman teman-teman karena orang tua pasti agak kecewa ketika keinginan mereka akan anaknya belajar dengan baik tidak sesuai kenyataan. Tetapi keputusan tetap yang menjalankan aktivitasnya, karena potensi dan bakat tetap pada kontrol individu masing-masing.

Mengikuti kegiatan kemahasiswaan ITS ternyata cukup memberikan gambaran kehidupan komunitas-komunitas yang ada di lingkungan ITS. Ada yang suka sekedar ikut kegiatan, ada yang idealisme kenceng, ada yang menjadi mahasiswa suka belajar saja dan banyak yang lain yang pasti semuanya memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Dalam sebuah lembaga yang saya temui di sini, terdapat suatu kelompok yang sudah terbentuk dahulu sebelum menjalankan lembaga mereka, adapun yang masih awam seperti saya yang rasa ingin tahunya cukup tinggi dan ada pula sekedar memeriahkan suasana. Memang kalau yang tidak paham dengan tentang berbagai macam kelompok tidak bisa membedakan. Tetapi saya suka dengan banyaknya kelompok ini yang masuk lembaga sama dan memikirkan bersama untuk kemajuan mahasiswa secara umum.

Pada waktu saya memegang peranan agak penting di lembaga jurusan, saya mulai merasakan perbedaan pandangan pada waktu pengambilan keputusan. Memang saya yakin bahwa rekan-rekan seperjuangan di lembaga ini memiliki pemikiran yang berbeda. Padahal dari awal, secara pribadi konsiten tidak ada pemikiran jelek terhadap sekitar saya, tetapi pada perjalanannya ini, kalau dasarnya sudah berbeda pemikiran tetap saja susah dalam membawa kemajuan bersama. Apa yang membuat orang berbeda idealisme susah untuk duduk bersama untuk memecahkan masalah? Insyaallah dalam pengalaman saya melakukan kegiatan tidak pernah membedakan siapapun. Barangkali kalau pernah terjadi benturan pemikiran, itu hanya pemikiran saya saja. Bagi saya, semuanya bisa berilmu dimanapun, berkarya apapun sesuai potensi dan bakat dimiliki tetapi rasa curiga diantara sesama harus dihapuskan. Indonesia merdeka saja karena mempersatukan perbedaan yang ada. Kalau sejak mahasiswa sudah ditimbulkan kecurigaan diantara kita, bagaimana nanti sudah menjadi orang di tengah masyarakat. Semangat Buat rekan-rekan Keluarga Mahasiswa ITS yang bekerja keras untuk memajukan almamaternya, bangsanya dan seluruh dunia. Jaya kampusku Jaya Indonesiaku.

Rabu, 24 Oktober 2012

Hari pertama Puasa dan Orang Tertidur di Jalan

Hari ini adalah hari pertama melaksanakan puasa pada bulan ramadhan ini dan saya malu pada Allah SWT karena saya bangun agak kesiangan dan sholat shubuh jam 05.30 wib. Saya pun terkaget-kaget dengan keadaan waktu itu, agenda olahraga pun tidak terealisasikan sebab kondisi lingkungan sudah siang. Aktivitas olahraga tidak jadi, saya pun menggunakan waktu untuk membaca buku yang kepribadian hasil pinjaman di perpustakaan. Lagi-lagi saya sangat menyia-nyiakan waktu pagi itu, tiba-tiba penyakit di kos ketiduran lagi sampai pukul 08.00 wib. Tidak lama kemudian, saya langsung pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk mencuci baju karena pakaian kotor cukup banyak dan kebetulan tidak ada agenda. Tempat cucian di kos hanya ada satu tempat dan melihat ada bak yang sudah terisi rendaman baju, jadi harus ngantri untuk mencuci bajunya. Pada waktu itu mbak kos yang mau mencuci baju, saya merendam baju yang akan dicuci dan ditunggu sampai selesai mbak kosnya. Waktu masih berjalan terus, saya pun menyempatkan lihat berita di ruang tivi kosan dan sambil membaca buku.

Tiba waktunya untuk mencuci baju, saya menikmati aktivitas itu karena sudah lama tidak membersihakn baju sendiri. Kebiasaan melaudrykan baju, jadi tangan terasa agak linu ketika mencoba untuk mengucek celana jeans. Dalam benak saya, ini kalau badan tidak pernah olahraga dan cuci baju. Hmmm akhirnya kegiatan mencuci baju sudah selesai dan rencana selanjutnya mau bersih diri. Sebelum itu, berpikir sejenak tentang hari ini. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 10.15 dan hari ini adalah hari jumat sehingga mandipun dibatalkan pada waktu itu. Lebih baik mandi sebelum jam mendekati jumatan dan aktivtas selanjutnya diganti yang lain. Disini mulai saya terangkan tentang agenda yang akan menggatikan mandi ini. Saya sebenarnya ingin belajar menulis dengan baik, inginnya bisa menulis buku, artikel di majalah-majalah. Tulisan-tulisan yang bisa menginspirasi dan memotivasi dan lain-lain. Hari jumat itu saya mulai belajar menulis karangan tentang pengalaman sehari-hari saya dan kelak ketika sukses bisa menjadi bahan cerita dan perjalanan hidup saya. Tidak ada kata terlambat untuk ingin lebih baik, semoga keinginan dan rencana ini berjalan dengan baik.

Dengan modal waktu 1 jam sebelum persiapan jumatan, waktu digunakan untuk menulis catatan harian saya. Disini menuli aktivitas hari kamis sebelum bulan ramadhan versi muhammdiyah dan saya pun mengikuti puasa waktu muhammdiyah. Satu jam sudah berlalu dan hasilnya pun masih sedikit, apa mungkin saya masih pertama kali menulis catatan harian dan runtutan cerita masih kacau balau,hehehe teringat kejadian kuliah metode penelitian di teknik kelautan, Dosen saya mengatakan kapada mahasiswanya “ kalian ini kalau menulis kok tidak bisa dibaca dan dipahami to, sudah mahasiswa lagi” saya terhentak dan merasa malu waktu itu. Pikiran ini mulai menyerang diri saya untuk terus membenahi melakukan penulisan. Sisa tulisan harian dilanjutkan lagi setelah selesai jumatan dan setelah itu segera pergi ke kamar mandi serta persiapan berangkat jumatan. Jumatan hari pertama puasa sangat terasa berbeda dengan hari biasanya, entah itu perasaan saya saja atau memang salah. Sholat jumat sudah selesai dan aktivitas selanjutnya sudah menunggu untuk diselsaikan. Kegiatan menulis pun akhirnya saya lanjutkan lagi dan waktu berjalan sampai 13.30 wib. Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan hasilnya masih sedikit pula, disini mulai terlihat bahwa penulisan juga tidak gampang. Insyaallah dengan belajar menulis akan bisa melihat dan tahu menulis dengan baik. Lalu kegiatan menulis saya hentikan dan dilanjutkan nanti setelah dikorkom. Saya langsung menyiapakan motor dan pergi ke korkom SN. Hari-hari yang penuh semangat dan agenda-agenda agak sedikit terlupakan, kekurangannya diri saya adalah pelupa, hmmm

Pertama yang dilakukan setiba di korkom, mencari buku tentang kemuduran HMI yang ditulis oleh agus salimsitompul. Buku ini digunakan untuk bahan makalah yang saya kerjakan untuk LK 2. Ternyata buku yang dicari sedang dibawa oleh salah satu anggota komisariat perkapalan HMI SN. Saya pun mulai bingung untuk mengerjakan makalahnya, sedikit membuka tulisan catatan harian dan meneruskannya. Karena di korkom ada wifi yang bisa digunakan, saya juga asyik berinternetan ria dengan membuka facebook dan email. Pada waktu itu, kebetulan kakak saya yang di brunai menghubungi untuk memberitahukan ada pesan di email dan mendownload video. Mbak nia ingin chating dan bervideo call dengan saya dan kebetulan waktu mendekati ashar, saya meminta untuk memending terlebih dahulu untuk sholat ashar. Sebelum sholat, saya diminta untuk menmgantar teman untuk pergi ke pom bensi jl. Arif rahman hakim. Tetapi motor dipinjam oleh teman, sehingga waktu itu digunakan untuk berdsiskusi. Dia sudah menjadi alumni, kebetulan baru bekerja jadi PNS di dinas perhubungan dan rencananya mau keluar dari pekerjaan itu karena pekerjaanya kurang menantang dan menurutnya tidak akan berkembang. Bagi saya itu hanya menurutnya dan setiap orang pasti mempunyai penilaian sendiri tentang pekerjaan PNS.

Sholat ashar sudah dilaksanakan dan saya berencana untuk pulang ke kos untuk persiapan mencari ta’jil di masjid sebelah. Sambil menunggu selesai download video mbak nia, saya menyalakan tipi untuk melihat berita sekilas. Kemudian berangkat ke kos dan setibanya langsung persiapan mandi serta persiapan pulang ke jombang. Sebelum berangkat ke masjid, saya menyempatkan untuk membaca al quran terlebih dahulu. Selanjutnya mendengar kiraat dari masjid sebelah kos, segera saya berangkat ke masjid sekaligus sholat manghrib. Alhamdulillah mendapatkan nasi bungkus dari masjid buat santapan berbuka puasa pertama kali. Ternyata berkah ramadhan bisa terasakan meskipun tidak besar apa yang kita lihat. Bunyi adzan menandakan untuk sholat isya dan traweh dilaksanakan, maka dari itu saya segera berbenah diri dan pergi ke masjid. Akhirnya traweh kedua bulan ramadhan sudah dilaksanakan dan agenda selanjutnya untuk hari adalah pulang ke jombang. Asyikkkk

Sebelum melakukan perjalanan pulang ke jombang, saya menyempatkan untuk membeli minum nescaffe agar tidak ngantuk dipertengahan jalan. Kondisi setelah minum itu, saya agak segar dan tidak khawatir akan mengantuk serta tidak lupa berdoa pada Allah SWT agar ditengah perjalanan terlindungi dari bahaya yang tidak terduga. Perjalanan menuju jombang terasa nyaman karena ibadah wajib sudah dijalankan semua dan kebetulan waktu itu direncanakan ngopi di mojoagung sehingga saya naik motor dengan kecepatan 80-100 km/jam. Di daerah mojokerto ciwi, saya biasanya belok untuk melalui jalan alternatif mojokerto kota dan jarang lewat by pass. Untuk waktu itu mencoba melalui by pass karena ingin cepat-cepat tiba di mojoagung. Ketika motor berkendara di jemabatan terdapat kayu besar yang berada di sekitar jalan tersebut dan saya mencoba menghindarinya. Saya pun terkaget dan terkejut karena disitu ada orang yang tergeletak di jalanan. Tidak lama kemudian, saya segera memarkir motor di pinggiran jalan dan menolong orang itu. Ada 3 orang yang juga ikut membantu orang yang tergeletak di pinggir jalan dan untungnya tidak terjadi luka berat, hanya pingsan dan sedikit lecet di muka. Saya pun menyuruh orang berkendara yang minggir di jalan tersebut untuk memanggil polisi dan akhirnya polisi datang.

Alhamdulillah orang tersebut setengah sadar dan pingsan kembali, polisi pun memanggil ambulance agar dibawa ke rumah sakit terdekat. Empat warga masyarakat sekitar ikut membantu orang kecelakaan itu, dan satu per satu orang yang berkendara menolong pertama kali minta ijin untuk meninggalkan tempat sebab ada kegiatan lain, termasuk juga saya pribadi dan untuk selanjutnya masih ditangani polisi dan warga setempat. Disini saya heran dengan perilaku beberapa pengendara terhadap kepedulian sosial. Jelas-jelas ada orang jatuh dan pingsan di pinggir jalan tetapi jarang yang tanggap. Astagfirullah sungguh sedih merasakan kepedihan jiwa manusia sekarang. Setiba di rumah, saya langsung menceritakan orang tua atas peristiwa tersebut. Setelah berbicara lebar dengan bapak dan ibu, saya makan dan segera untuk tidur malam. Akhir cerita dari catatan harian itu.

Kembali Menjadi Jatidiri Pengusaha Muslim Sejati

Sesungguhnya pekerjaan yang paling mudah dan flexibel adalah berdagang, hal ini terkandung pada firman Allah di dalam Al-Qur’an (QS.4:29)”wahai orang-orang beriman! Jangan lah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu.”.Dalam kenyataannya bahwa negara maju pun karena memiliki banyak masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang. Hal ini yang akan menjadikan perekonomian suatu negara menjadi maju dan penduduknya akan sejahtera dan makmur. Begitu pula bagi pemuda-pemuda muslim akan pentinya menjadi pedagang dalam artian menjadi pengusaha, itu akan sangat mendukung dan berkontribusi dalam kemajuan Islam di masa depan ini. Sudah saatnya kita kembali pada kejayaan islam dengan menekankan kemajuan ekonomi dengan prinsip dagang atau berwirausaha, notabene jiwa jatidiri seorang pengusaha muslim sekarang sudah pudar. Sehingga mulailah bagi pemuda muslim untuk meniru profesi Rasulullah yang sukses berdagang, karena kesuksesannya berdagang beliau terkenal keseluruh masyarakat Arab, maka banyak pengusaha lainnya bergabung berbisnis dengan beliau.

Apa yang anda tahu tentang perekonomian pada mayoritas negara eropa yang selalu stabil di abad 20 dan 21 ini? Kalau dilihat dari kondisi alam negaranya kebanyakan tidak mempunyai hasil alam yang signifikan. Tetapi masyarakatnya mempunyai pendapatan di atas rata-rata dengan masyarakat muslim. Penyebab hal ini,jika dilihat dari sudut pandang profesi masyarakatnya, kurang lebih sejumlah 5 persen penduduknya berprofesi sebagai pengusaha. Kita tahu tahun pada abad 16 dan 17 bangsa arab dan eropa sempat berlomba-lomba mengembangkan jaringan perdagangannya di belahan dunia. Buktinya,kota konstatinopel yang letaknya di negara Turki pernah menjadi pusat perdagangan dunia, tetapi setelah kaum muslim kalah dalam perang salib. Akibatnya pedagang kaum muslim melemah dan banyak negara eropa dan amerika serikat menguasai perdagangan internasional serta memanfaatkan sumber daya alam negara-negara berkembang dan arab. Kita harus memahami bahwa negara-negara berkembang tidak akan maju jika negara tersebut tidak melepaskan kemanjaan dengan negara maju, Negara maju dalam memetakan ekonomi negaranya agar ekonominya stabil maka negara tersebut akan menguasai sumber daya alam negara berkembang yang politiknya lemah dan memastikan untuk mengontrol perdagangannya,sehingga dipastikan masyarakat tersebut akan bekerja sebagai buruh dan karyawan pabrik atau usaha-usaha yang didirikan oleh investor asing. Kita sebagai pemuda muslim harus menyadari permasalahan ini agar kemajuan bagi umat muslim bisa makmur dan sejahtera serta mendapatkan keadilan yang merata.

Saat ini banyak negara eropa dan amerika serikat mengadopsi sistem ekonomi syariah dari agama islam agar bisnis mereka bisa terkontrol dengan stabil karena beberapa tahun ini banyak negara maju mengalami penurunan ekonomi secara global. Mereka sudah mengerti kalau usaha dengan sistem perbankan syariah bisa menghasilkan keuntungan yang stabil dalam setiap kegiatan perekonomian. Untuk itu bagi negara muslim segera memperbaiki sistem ekonominya secara islam dan banyak melakukan dagang atau usaha mandiri. Sebagai sosok Rasulullah, kepiwaian Nabi Muhammad dalam berdagang itu, saat sekarang kurang diteladani umat muslim dewasa ini. Akibatnya banyak umat yang tidak memilih profesi sebagai pedagang tetapi lebih memilih profesi pegawai atau karyawan. Selain itu, Faktanya di lapangan dalam bekerja menambahkan citra buruk umat muslim karena mayoritas masyarakat muslim etos kerjanya belum mengaplikasikan nilai-nilai keislaman. Padahal islam ,agama yang mengajarkan untuk mementingkan kerja keras dan amal. Islam membenci orang yang bermalas-malasan bahkan tidak menghendakinya seperti itu.

Di dalam ajaran pun sering menekankan pada iman, ilmu dan amal untuk menunjukkan arti pentingnya kerja atau amal itu. Umat muslim sudah tidak membudayakan kinerja keras untuk kehidupan modern dan super canggih ini. Hal ini tidak bisa dihubungkan dengan budaya islam, karena budaya islam menghendaki orang bekerja keras dan memberikan pengajaran kepada pemeluknya agar berwirausaha. Sebagai pemuda muslim sejak dini harus ditanamkan jiwa wirausaha seperti Rasul bahkan masih kecil belasan tahun sudah belajar berdagang hingga pada akhirnya secara tidak langsung tumbuh sebagai wirausahawan yang mandiri bahkan menjadi pengusaha mapan. Tidak hanya itu saja yang harus dijadikan pelajaran berwirausahawa, tetapi karakter dalam berdagang atau berbisnis penting untuk diperhatikan juga seperti beliau yang jujur dan rajin serta amanah dalam mengelola usahanya. Sifat ini sebagai prinsip dasar dalam etika berwirausaha yang modern sebagai pintu peluang membuka mitra para pemilik uang banyak.

Track record Rasullah dalam berbisnis dikenal sebagai orang sukses karena kunci berhasilnya berwirausaha yaitu jujur dan adil dalam mejalankan kegiatan bisnis dengan para partner atau konsumennya. Inilah kepribadian Nabi Muhammad SAW yang harus ditirukan oleh umatnya, jika orang professional, jujur dan menepati janji serta etika berwirausaha baik, maka bisa membuat usaha atau dagangnya bisa berkembang pesat dengan baik. Sehingga dengan adanya prinsip sebagai pengusaha seperti itulah, penyebab pengaruh islam berkembang luas sampai penujuru dunia. Hal ini bukanlah sebuah kenayataan yang tidak mungkin, karena bila dikatakan kerja keras berwirausaha sudah melekat dan menjiwai dengan diri umat islam. Islam muncul di kota dagang serta menyebarluaskan ke seluruh pelosok oleh kaum dagang.

Sikap dasar berwirausaha sejak dini kurang didapatkan pada anak-anak muslim saat ini, mayoritas anak sekarang lebih memfokuskan waktunya belajar secara masiv dengan teori tanpa aplikasinya. Sikap mental yang dilakukan sejak kecil seperti Rasullah harus ditiru oleh pemuda muslim sekarang ini, agar pembelajaran berwirausaha bisa diamalkan oleh umat muslim sejak dini.

Jika dilihat sekarang adakah kemungkinan mundurnya perekonomian umat islam selaras menurunnya jumlah profesi yang berjalan dibidang wirausaha! Karena yang terjadi pada umat muslim sekarang kebanyakan kondisinya lemah material dan moral, jiwa pengusaha kurang terbina, kemiskinan dan kerusuhan terjadi di negara-negara muslim, dan umat muslim lebih suka jadi pemalas yang mengakibatkan banyak umat banyak yang meminta daripada memberi.

“Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 persen pintu rezeki“ (H.R.Ahamad). “sesungguhnya sebaik-baik mata pencaharian adalah seorang pedagang” (H.R.Baihaqy). Dua hadist ini sudah mendorong semangat untuk berusaha semaksimal untuk mengembangkan perekonomian lewat berdagang atau menjadi pengusaha. Jika umat muslim ingin kembali pada kejayaan islam yang dahulu,marilah pemuda muslim mengangkat diri menjadi pengusaha muda dengan sifat berwirausaha seperti Rasulullah. Allah berpesan pada umatnya melalui firman (QS. 4:53) yang artinya “Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya keapada suatu kaum,hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar,Maha Mengetahui”. Insyaallah lewat jiwa kewirausahaan di zaman kebangkitan ekonomi syariah ini, kerja keras berwirausahanya akan mencapai keberhasilan dan kesuksean

Bangga Hidup di Indonesia dan Menjadi Bagian Orang-Orang Indonesia

Berpikir hidup di suatu negara yang majemuk seperti Indonesia memungkinkan terjadi berbeda pandangan dan pemikiran antara yang satu dengan lainnya. apakah hal tersebut menjadikan bangsa ini tidak bisa berkembang dengan baik? Saya mencoba untuk merenungkan istimewanya bumi pertiwi ini sejak sekolah menengah hingga kini. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara boleh berpikir jelek atau baik terhadap bangsa Indonesia tetapi kita harus segera untuk berubah menuju arah yang lebih baik sesuai cita-cita founding father negara indonesia.

Tidak perlu berkecil hati dengan permasalahan yang ada di sekitar kita, sekalipun dunia luar mengganggap masyarakat Indonesia lebih rendah daripada bangsanya, bagi saya itu hanya pikiran sepihak saja dari pandangannya dan tidak mau mengakui keberhasilan negara lain. Tidak jauh lama ini, kita dibuat gembira oleh putra-putri Indonesia yang berhasil meraih juara pertama kompetisi Rancang Robot di Olimpiade Robot Internasional Arabia yang meliputi kawasan timur tengah dan afrika utara . Kemudian peringkat ketiga olimpiade sains junior internasional 2010 . Prestasi yang diraih anak bangsa tersebut salah satu contoh bukti Indonesia bisa menyaingi kepandaian negara maju. Mantan presiden Republik Indonesia, Pak habibi merupakan putra indonesia yang memberikan sumbangan ilmu pengetahuan untuk kehidupan dunia melalui aspek ilmu pesawat terbang dan saya yakin masih ada tokoh-tokoh lainnya yang lebih hebat.

Melihat kehidupan masyarakat Indonesia pasti akan merasakan dua suasana yang berbeda tetapi pada umumnya keduanya andil berkontribusi dalam pembangunan perekonomian negara Indonesia. Ini adalah kehidupan masyarakat di desa dan di kota, di negara ini hampir 54% penduduknya tinggal di perkotaan dan sisanya berada di pedesaan. Suasana masyarakat pedesaan sangat ramah dan rasa kepekaan sosial sangat tinggi. Tidak heran bermacam-macam suku dan budaya masyarkat Indonesia masih bisa bertahan sampai sekarang. Kehidpan kota pun demikian, meskipun sifat individual ada pada setiap orang, mereka tetep menjunjung tinggi rasa tenggang rasa dan toleransi. Maka dari itu, sejak dulu banyak pedagang arab dan cina bisa diterima oleh masyarakat setempat.

Kemajuan pembangunan negara biasanya identik dengan majunya terhadap pendidikan bangsa tersebut. Indonesia mulai jaman kemerdekaan hingga sekarang sudah banyak peningkatan, memang harus diakui pendidikan secara keseluruhan belum merata. Saat ini banyak perguruan tinggi baik swasta dan negeri yang berdiri di daerah-daerah serta aktif melakukan pertukaran siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi ke luar negeri. Pemerintah sekarang sudah menganggarkan APBN sebesar 20% berarti sudah berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkat mutu pendidikan yang lebih baik, realisasinya seperti program wajib belajar 9 tahun. Secara prestasi sudah banyak bukti Indonesia bisa bersaing dengan yang lain. Tahun ini dengan adanya RUU Perguruan Tinggi yang bisa memperbaiki sistem pendidikan Indonesia, sebagaimana orang berpenghasilan rendah ada kuota untuk bisa menikmati belajar di perguruan tinggi.

Seiring dengan majunya IPTEK dan derasnya arus globalisasi di dunia ini, hak asasi manusia menjadi prioritas utama dalam menjalan aktivitas kehidupan sehari-hari. Negara barat menyerukan untuk hidup berdemokrasi secara peri-kemanusiaan agar kedamaian dunia bisa terjaga dengan baik, faktanya hal itu hanya jadi slogan. Menurut pendapat saya, Indonesialah yang menjadi negara demokrasi yang terbaik dari negara manapun. Dari berbagai macam suku bangsa dan adat istiadat, Indonesia saat ini tetap bisa hidup berdampingan dengan selaras dan harmonis. Logikanya kalau Indonesia memilik aneka ragam budaya dan hidup berdemokrasi, pasti akan cepat hancur negaranya. Sekarang ini Indonesia sudah menjunjung tinggi nilai demokrasi, karena bertanah air satu, berbahasa satu dan berbangsa satu “ Indonesia”.

Kita tidak perlu menyalahkan pemipin terdahulu maupun sekarang dengan keadaan Indonesia yang masih berkembang seperti ini. Perubahan besar tidak bisa terjadi jika masyarakat dan pemerintah tidak mempunyai satu visi yang sama dan maju. Kita menjadi bagian dari masyarakat memiliki kewajiban untuk membangun negara Indonesia yang adil makmur terlepas kewajiban tersebut menjadi tugas pemerintah. Indonesia menjadi harapan dunia sebagai negara yang bisa menjaga kedamaian dunia, maka dari itu negara ini berpotensi besar untuk menjadi negara yang maju dan modern. Dengan letak geografisnya, SDM yang tersedia dan SDA yang mendukung, insyaallah tujuan dahulu negara Indonesia didirikan bisa terwujud.

Persebaran sumber daya alam Indonesia tersebar secara merata di seluruh daerah Indonesia baik hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan maupun pertambnagan. Wilayah daratan dan lautan Indonesia memiliki ukuran yang sangat luas dan sebagian besar daratannya mempunyai tanah yang subur. Produk pertanian, perkebunan maupun hutan sudah cukup banyak yang dihasilkan dan bahkan hampir semua tanaman yang ada di luar negeri bisa tumbuh baik di Indonesia. Inilah yang menjadikan Indonesia sebagai warisan dunia, hasil alam yang melimpah pasti mendukung masyarakatnya hidup sejahtera. Di perairan pun tidak kalah juga, banyak hasil perikanan dan peternakan yang bisa diolah dan diambil. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki aneka jenis tambang seperti bahan tambang mineral dan migas. Menurut Indonesian for Global Justice Indonesia tahun 2011 sebagai pemasok utama bahan mentah bagi industrialisasi negara-negara maju, sehingga Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam peta sumber daya alam global. Maka dari itu, seharusnya Indonesia menjadi actor utama dalam menentukan dinamika ekonomi politik internasional.

Diketahui bersama bahwa wilayah perairan Indonesia memiliki luas 2/3 dari luas wilayah keseluruhan. Ini menunjukkan potensi cadangan energy yang cukup banyak dari lautan Indonesia yang bisa dioptimalkan. Banyak ilmuwan yang memprediksikan energy terbarukan dan tidak terbatas tersedia pada sumber daya laut. Contoh energy terbarukan yang di bisa diperoleh yaitu akibat gelombang air laut, temperetur air laut, gerakan angin laut, arus laut dan masih banyak lainnya. Sebagai negara maritim sebaiknya kita harus belajar dari nenek moyang kita yang katanya sebagai pelaut handal tanpa takut terjangan ombak yang besar sekalipun.

Menurut BPS tahun 2010, dari sabang sampai merauke Indonesia memiliki kurang lebih ada 1340 suku bangsa, 7 agama yang diakui oleh pemerintah dan kepercayaan yang diakui, dan 2500 bahasa . Dengan jumlah tersebut, masing-masing budaya tidak mempunyai kuantitas SDM yang sama. Dalam hal ini, bahwa sturktur sosial budaya Indonesia masih menunjukkan struktur bangsa yang majemuk. Gambaran ini menjelaskan juga semboyan “bhineka tunggal ika” yang menjadi ikatan itegralistik bangsa Indonesia masih terjaga dan terpelihara dengan baik. saya juga ingin menegaskan bahwa 4 pilar negara Indonesia yang harus ditanamkan setiap warga negaranya yaitu UUD 1945, pancasila, NKRI dan garuda pancasila.

Bahasa Indonesi a merupakan alat untuk mempersatukan masyarakat yang majemuk dan aneka ragam. Bahasa ini mulai dikembangkan dari bahasa melayu yang secara historis telah lama merupakan lingua franca, bahasa persatuan. Nasionalisme yang dapat menjadi perekat bangsa di wilayah yang dahulunya disebut hindia-belanda disebarkannya dalam bahasa Indonesia, secara tertulis dalam media, secara lisan dalam rapat-rapat umum. Melihat wilayah tanah air kita yang luas dan memiliki beribu bahasa, pasti tidak heran kalau bahasa Indonesia digunakan oleh masyarakatnya sekitar 20% setiap harinya. Para pemimpin terdahulu pada waktu zaman kolonial penjajahan, bekerja keras untuk mengintregralistikan bangsanya lewat bahasa perekat ini. Tidak perlu berpikiran salah jika ada penganalisis barat mengatakan Soekarno telah menempa suatu bangsa dengan bermodalkan bahasa. Oleh sebab itu, sebaiknya tidak mengabaikan pemakaian bahasa Indonesia, baik di lingkungan umum pribadi, demi menjamin kelestarian bangsa dan negara.1

Perlu disyukuri bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi masyarakatnya untuk beragama. Pemerintah telah membuat aturan yang melindungi warganya untuk bebas memeluk agamanya masing-masing, sehingga paham komunisme (tidak percaya Tuhan Yang Maha Esa) sedikit terkikis di bumi pertiwi meskipun setiap orang ada yang meyakini itu. Kita harus mengerti tentang kemerdekaan NKRI dengan tertulisnya pembukaan UUD 1945 alinea ke-3 yang bagiannya berbunyi “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa” ini menandakan kita hidup di dunia dan khususnya harus percaya adanya Tuhan. Agama yang satu dengan yang lain sebaiknya tidak perlu dibandingkan,, umat harus taat pada agamanya dan saya yakin semua agama mengajarkan kebaikan dan hidup yang damai sesama manusia. Insyaallah kalau semua umat mengerti, memahami dan mengamalkan nilai-nilai agamanya kehidupan antar beragama tidak akan lagi terjadi konflik horizontal.

Pembahasan negara Indonesia, bangsa Indonesia, tanah air Indonesia, bahasa Indonesia dan indoensia lain-lainnya pasti memiliki banyak perihal kompleks dan hubungan aspek yang cukup banyak. Di sini apakah setiap warga negaranya paham akan lahirnya sebuah kata Indonesia!. Sebagian besar rakyat Indonesia berpikiran kata Indonesia berasal dari hubungan kata nusantara atau hindia-belanda. Saya belajar dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi baru sadar akan pentingnya mengerti kata Indonesia itu berasal darimana dan orang-orang Indonesia itu siapa saja. Inilah yang menjadikan negara Indonesia tidak di cintai oleh beberapa masyarakatnya, padahal kita sering belajaruntuk mengamalkan cinta tanah air indonesia. Sekarang banyak orang berpendapat bahwa Indonesia merupakan negara imajiner, yang ada hanya negara pulau dengan namanya sendiri yang diakibatkan kurang pemeretaan keadilan dan kemakmuran.

Alm. mantan presiden Soekarno, pernah menjelaskan kepada Cindy Adams dalam Autobiografinya sebagai berikut: kata “Indonesia” berasal dari seorang entholog Jerman, bernama Jordan, seorang sarjana di negeri Belanda. Studi khususnya ialah mengenai rangkaian pulau-pulau kami. Karena kepulauan kami letaknya dekat dengan india, maka ini dinamakan “Kepulauan Hindia, “Nesos dalam bahasa yunani berarti, kepulauan, menjadi Indusnesos dan akhirnya Indonesia.2 Perihal ini hanya kecil kebenarannya dan sebagian besar menyesatkan. Dengan temuan Kreemer, maka orang-orang terdahulu dan sekarang meyakakini bahwa nama-nama “Indonesia” dan “orang-orang Indonesia” lebih tua dari pada tahun 1884 yang disangka oleh penjelasan soekarno.

Dalam Koloniaal Weekblad tanggal 3 Pebruari 1927, kreemer membuktikan bahwa kata-kata ini pertama kali dipakai oleh seorang sarjana enthologi bernama J.R. Logan dalam tulisannya, “The Ethnology of the Indian Archipelago”, dalam journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia dalam tahun 1850. Dengan mengikuti jalan pikiran Kreemer, orang bisa membenarkan bahwa “Bapak” dari kata “Indonesia” adalah Logan dan bukan orang-orang komunis abad keduapuluh. Sebenarnya ada yang mendahului Logan, ialah seorang setanah airnya ,G.W.Earl, yang telah menggunakan kata-kata “Indu-nesians” dan Melayu-nesians” untuk penduduk asli kepulauan, akan tetapi Earl tidak sampai memberi nama sendiri kepada kepulauan itu sendiri (yakni Indonesia).3

Tidak mudah pemuda-pemudi zaman penjajahan untuk menyebarluaskan kata Indonesia sebagai pemersatu negara-negara kepualauan ini. Meskipun lahirnya kata tersebut bersumber dari orang asing dan bahkan tanggal dan tahun belum diketahui, sebagai warga negara Indonesia harus tetap menanamkan jiwa nasionalime kita terhadap bangsa Indonesia. Kita hidup di Indonesia dan sebagai orang-orang Indonesia mempunyai kewajiban memakmurkan tanah air ini, tidak peduli dari mana asalnya, pulaunya, sukunya bahwa Indonesia menjadi NKRI merupakan harga mati. Hiduplah Indonesia raya.



Daftar Pustaka
Ichimura,S dkk.1976.Indonesia “Masalah dan Peristiwa Bunga Rampai”.Jakarta: P.T. Gramedia
S.K.,Wahyono dkk.2008.Jayalah bangsaku! Satu Abad Kebangkitan Nasional Indonesia 1908-2008.Jakarta : Markas Besar LegiunVeteran Republik Indonesia
Badan Pusat Statistik.2010.Kewarganegaraan Penduduk Indonesia.
            search/searchtext.xml Diakses tanggal 4 September 2012
Indonesia Berprestasi.2011.Anak Indonesia Juara Olimpiade Robot Internasional Arabia.
            http://www.indonesiaberprestasi.web.id/?p=6644 Diakses tanggal 2 September 2012
Kompas.com 2012. Hampir 54 Persen Penduduk Indonesia Tinggal di Kota.
            Indonesia.Tinggal.di.Kota Diakses tanggal 2 September 2012


 

1. Rosihan Anwar, dalam bukunya “ Sejarah kecil ( Petite Histoire) Indonesia Jilid 5 : Sang Pelopor, Tokoh-Tokoh Sepanjang Perjalanan Bangsa”
2.   Sukarno,Authobiography as told to Cindy Adams,(Indianapolis, Kansas City & New York: BobbsMerrill,1965),hlm.63
3.   Mohammad Hatta,Verspreide Geschriften, (Jakarta, Amsterdam & Surabaya: C.P.J. van der peet, 1952),hlm.344