Kerja praktek di perusahaan oil company merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa seperti saya, apalagi perusahaan sekelas Chevron Indonesia Company Kalimanatan Operations (CICo KLO). Tidak banyak mahasiswa yang bisa merasakan OJT (On the Job Trainning) di perusahaan tersebut. Saya sendiri pun bersyukur sekali bisa melakukan studi di sana selama 1 bulan. Proses seleksi penerimaan mahasiswa OJT di CICo KLO cukup ketat. Saya dan satu teman jurusan (Teknik Kelautan FTK-ITS) mengirim proposal OJT ke perusahaan ini sebanyak 2 kali. Pada pengiriman pertama melalui jalur pos, nasib kami belum beruntung karena tidak ada konfirmasi sama sekali dari perusahaan. Pada kesempatan kedua, kami mengirim proposal OJT melalu seorang karyawan CICo KLO yaitu saudara sepupu teman saya. Alhamdulillah ada konfirmasi 2 bulan sejak pengiriman dan kami diterima OJT di perusahaan tersebut.
Pengumuman penerimaan OJT melalui surat yang dikirim oleh perushaan melalui kantor pos dan diterima oleh Jurusan kami. Pada waktu membaca isi surat tersebut, kami berpikir ulang untuk berangkat OJT atau tidak. Permasalahannya dalam isi surat tersebut, perusahaan tidak menanggung beban biaya selama OJT kecuali dengan persyaratan tertentu. Saya berpikir bahwa biaya dapat diperoleh dimana-mana asalkan tujuan baiknya untuk mencari ilmu. Dengan keyakinan tersebut, saya mewakili untuk konfirmasi kesediaan OJT dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan. Pasca OJT dengan jarak waktu selama 1 bulan, tiba-tiba rekening saya bertambah dan saya lacak ternyata CICo KLO telah member uang ganti selama OJT di pulau Borneo. Saya sangat bersyukur karena perusahaan memberikan banyak ilmu dan kenangan selama di propinsi Kalimantan timur. Dan akhirnya tanggal 18 januari 2013 kami berangkat ke Balikpapan dan tanggal 23 februari 2013 pulang ke Surabaya, pertama dan kedua kalinya kami naik pesawat terbang. hehehehe
Pada dasarnya OJT di semua perusahaan memiliki kesamaan kondisi terhadap perlakukan mahasiswa yang sedang melakukan kerja praktek. Yaitu perusahaan tidak bakal memberikan ilmu banyak ketika mahasiswanya pasif, maka dari itu mahasiswa dituntut untuk selalu aktif saat OJT. Pada minggu pertama, saya dan teman-teman OJT lain mendapatkan gambaran umum perusahaan dan diberikan materi tentang bidang yang ingin dipelajari selama OJT. Jadi kami selalu tinggal di kantor Pasir Ridge tepatnya di gedung Anex dengan kebiasaan masuk jam 07.30 dan pulang jam 16.30 WIT. Di kantor tersebut terdapat banyak karyawan CICo KLO baik karyawan tetap dan non-tetap (kontraktor). Saya dan teman sejurusan jika berangkat OJT selalu jalan kaki (kecuali hujan naik angkot hehehe) kurang lebih 1 km dan sarapan terlebih dahulu di daerah jalan prapatan (nasi kuning dan pecel). Naik angkot jauh-deket harus bayar 3000 ribu rupiah kecuali OJT pertama kali kena tipu seharga 5000 per orang hehehe (masih coba-coba).
Untuk tempat tinggal kami, saya diberitahu dan dicarikan oleh sepupu teman saya di daerah prapatan tetapi cukup jauh dengan kantor CICo KLO. Harga kos di daerah tersebut cukup murah dan penjual makanan juga banyak sekali, dijamin binggung memilih makanan. Teman-teman harus waspada dengan dompetnya, karena makanan dan minuman di daerah Balikpapan cukup mahal dibanding Jakarta. Pada minggu pertama, kami pun tidak melewatkan untuk jalan-jalan di wisata pantai Balikpapan dan lapangan merdeka. Sebenarnya sebelum OJT dan minggu pertama-kedua di Kalimantan, saya mengalami gejala sakit tipus tetapi keyakinan dan niat untuk mencari ilmu serta tidak ingin mensia-siakan kesempatan, rasa sakitpun saya terjang. Alhamdulillah selama dua minggu di sana saya tidak mengalami sakit yang begitu serius, inshaallah Allah SWT selalu melindungi hamba-Nya. Mencari ilmu merupakan bagian ibadah yang selalu menjadi tujuan manusia apalagi bermanfaat untuk umat di bumi.
Pada minggu kedua, kami sekelompok mahasiswa OJT yang belajar tentang pipeline diberi waktu selama 8 hari untuk studi di lapangan. Perushaan memiliki 2 wilayah pemrosesan minyak dan gas yaitu Terminal santan dan terminal lawe-lawe. Saya kebetulan diberi wilayah oleh pembimbing perusahaan di terimanal santan. Terminal santan terletak di kabupaten kutai kertanegara dan perjalanan dapat ditempuh selama kurang lebih 6 jam. Untuk memasuki wilayah lapangan perusahaan diwajibkan untuk memakai perlengkapan keselamatan pribadi (PPE=Personal Protection Equipment). Kami mendapat pinjaman perlengakapan safety oleh perusahaan sebelum berangkat ke terminal santan. Semua fasilitas di terminal santan dari makan (3-4 kali), tempat peristirahatan dan akomodasi diberikan oleh perusahaan. Terminal santan sangat jauh dari pemukiman, jadi seperti sebuah camp yang terisolasi dan masih banyak hewan buas yang berkeliaran jadi selalu waspada terhadap kondisi sekitar.

Di terminal santan kami hampir semua mengunjungi fasilitas produksi milik CICi KLO. Mulai dari kegiatan pabrikasi hingga tempat pemrosesan minyak dan gas sudah pernah saya jajaki. Alhamdulillah pengetahuan tentang migas dapat diperoleh di sini. Fasilitas yang ada di sana seperti LEX (Liuqied Extrakstion Plant = proses gas LPG), proses planta (untuk minya), Fasilitas kompresor, Distpatch area, Constraction area, olahraga dll. Kegiatan kerja di lapangan di mulai jam 06.00 sampai 18.00 WIT dan jadwal makan pun sudah tersedia, jadi kalau terlambat yaaa resiko penumpang hohoho. Kami mahasiswa OJT tidak bisa berkunjung ke Offshore karena resikonya cukup besar. Jadi pekerja yang bisa ke offshore itu harus memiliki sertifikat survival.
Kami pun tidak bisa berlama-lama di terminal santan dan kurang lebih 8 hari harus mengakhiri kegiatan di lapangan. Pengalaman di lapangan dapat memberikan banyak pelajaran bagi saya peribadi. Kerja di lapangan memiliki aturan jam kerja tertentu yang membedakan dengan karyawan kantor seperti waktu 2 minggu kerja dan 2 minggu libur atau 3 minggu kerja dan 1 minggu libur, tergantung naungan perusahaan yang menaunginya. Dan saya kembali ke kantor Balikpapan untuk belajar kembali dengan karyawan kantoran. Dan kami disana mengerjakan laporan sementara selama OJT dan diskusi terkait ilmu yang ada di lapangan. Terima kasih bapak-bapak pembimbing dan karyawan yang telah bertemu saya karena telah memberi gambaran sebuah kehidupan kerja dan social. Inshaallah ilmunya bisa bermanfaat.
Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman OJT yang bisa bekerja sama dengan saya untuk muter-muter Balikpapan, terima kasih pihak jurusan dan terima kasih Bapak, Ibu, Mas dan Mbak atas doanya serta seseorang yang mengantar dan menjemput saya di bandara juanda.