Maba (mahasiswa baru)
identik dengan kegiatan ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus). Apalagi
perguruan tinggi yang menyandang kampus teknik, pasti terdengar cukup mengerikan ketika
mendengar isu meninggal dunianya mahasiswa baru. Dalam kenyataannya memang ospek di kampus teknik cukup keras dan
elegant dari pada kampus non-teknik. Mayoritas maba yang baru kuliah harus
memiliki ukuran rambut 1 cm “gundul”. Senior yang menugaskan ke juniornya
tersebut, memiliki nilai yang baik dan cukup positif sehingga tidak terkesan
balas dendam saja. Manfaat yang paling terasa bagi maba adalah saling mengenal
diantara teman seangkatan dan beberapa senior. Kedua, maba diberi pengalaman manajerial
beban perantara karena mereka proses transisi dari kehidupan siswa menuju
mahasiswa seutuhnya. Itulah yang saya rasakan selama menjadi maba dengan adanya
pengkaderan atau ospek.
Menurut desas-desus
senior ketika menyampaikan pengalaman pengkaderan pada era sebelum tahun
2000an, kegiatannya semi militer. Mereka suka dan duka merasakan beratnya
kegiatan non kuliah selama menyandang gelar maba. Menurut hemat saya, kegiatan kekerasan
pengkaderan pada jaman dahulu memang terkait sisa-sisa proses perjuangan
kemerdekaan atau kolonial. Jadi mereka dituntut lebih keras untuk menghadapi
kehidupan jaman tersebut, bahkan lulus kuliah bisa 10 tahun lebih. Dan mereka
harus memiliki sikap kebersamaan dan perjuangan bangsa yang cukup tinggi. Di sini
tidak ada yang salah dengan proses pengkaderan se-zamannya itu. Kalau kita
melihat bangsa yang sudah maju seperti di barat, kondisi pengenalan kampus
tidak seperti perguruan tinggi di Indonesia. Kita tidak bisa membandingkan baik
atau buruknya pengkaderan di Indonesia dan bangsa barat karena kondisi dan
latar belakang bangsanya juga berbeda.
Saya menjadi maba
merupakan mahasiswa yang kurang suka dikendalikan oleh mahasiswa senior,
barangkali disebabkan oleh pengetahuan kurang memadai dan kurangnya organisasi pada
waktu SMA. Saya sering kali memprovokasi tidak sepakat dengan tawaran senior,
sehingga timbullah permasalahan internal angkatan untuk diselesaikan. Hal inilah
yang menyebabkan saya ketika tahun kedua ajaran kuliah mengikuti banyak
organisasi dan panitia pengkaderan. Motivasi pertama memang untuk merubah sikap
diri sendiri terhadap perbedaan karakter orang. Kedua, saya ingin merubah
kebijakan alur pengkaderan dan membuat konsep yang beriringan jaman saat ini/kekinian.
Oleh karena itu, saya sewaktu menduduki posisi ketua departemen PSDM
(Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa) mencoba untuk membuat kegiatan semenarik
mungkin dan terbuka bagi mahasiswa baru.
Langkah pertama sebelum
membuat alur pengkaderan mahasiswa baru angkatn 2011, saya terlebih dahulu
diskusi berbagai angkatan dan sharing konsep dengan jurusan lain. Berbagai
jurusan ITS memiliki perbedaan pada proses pengkaderan terhadap mabanya. Adanya
yang memiliki cara keras dan elegant terhadap mabanya dan ada yang cukup lunak
dan bersahabat pada mabanya. Analisa yang harus dilakukan senior adalah potensi,
karakter dan budaya asal maba. Kemudian, senior juga mempertimbangkan
perkembangan sosial masyarakat dan bangsanya. Dari sini senior akan memiliki
formula yang cukup praktis untuk memberikan ospek terhadap maba demi kesuksesan
dan kemajuan yang diinginkan. Dalam praktek lapangan tidak semua senior
memiliki pemikiran yang berkembang dan baik dalam pengetahuan psikologi ini. Saya
pun memiliki kendala juga saat membuat team yang solid dan visioner. Pada saat
itu juga terjadi sebuah persepsi yang kurang baik dengan pemimpin saya,
walaupun saya sudah ikhlas dan lapang dada melaksanakan tugasnya. Dengan permasalahan
internal tersebut saya membangun team SDM seadanya.
Jadi permasalahan utama
pengkaderan itu terdapat pada budaya senior dan SDM panitia. Sebagus apapun
konsep pengkaderan yang dibuat tetapi tidak dibarengi dengan budaya senior dan
SDM panitia yang baik, hasil maba yang diinginkan pun tidak bisa berbuah baik. Saya
menyadari keadaan team utama saya SC (Steering Committee) dan OC (Organization Committee).
Target dari saya pun tidak terlalu tinggi, mengingat dari kondisi panitia
tersebut. Maka muncul goal pengkaderan yaitu Developing Worth of Educatif Loyality Discipline in
Ocean Engineering (D’WELDING). Mengembangkan mahasiswa teknik kelautan 2011 yang edukatif, disiplin, dan memiliki loyalitas yang tinggi
sehingga menjadi mahasiswa yang berprestasi dan berdedikasi bagi almamater
dan bangsa. Penjabaran target tersebut ditempuh
dengan berbagai macam kegiatan yang mendukung dan saling terkait. Keinginannya
bisa diselsaikan selama 4 bulan sebelum UAS semester 1 dan diakhiri camp.
Mengapa kegiatan ospek
maba harus dibatasi? Secara filosofi hidup, manusia itu akan mengalami
pengkaderan hidup sampai dia meninggal dunia. Artinya manusia akan dituntut
untuk belajar dan belajar terus sampai proses untuk mencapai kesuksesan yang
paling tinggi dan benar hingga kembali ke Rahmatullah Yang Maha Pencipta. Inilah
yang harus dipahami oleh pengkader dan memiliki target yang jelas dan memadai. Kita
tidak bisa menyamakan standar kehidupan kampus di mata setiap mahasiswa. Hanya saja
senior dituntut menggiring mereka untuk membuka kondisi kampus sebaik mungkin. Setelah
itu terserah mereka ingin menjadi seseorang yang sedang direncanakan
masing-masing. Kalau senior memiliki hati yang rendah hati, bersikap terbuka
dan berwawasan tidak akan memaksakan mabanya seperti dia. Tidak heran saya dan panitia
pernah digugat senior “warga” karena kurang siap dan kurang layak. Senior sebaiknya
bersikap seperti murid dan guru sehingga timbul timbal balik yang baik kepada
mabanya. Apalagi seniornya bisa memberikan sikap teladan baik yang patut
dicontoh oleh mabanya. Maka dari itu, saya menyatakan kepada angkatan 2011
ketika ada panitia dan senior yang salah bisa saling mengingatkan agar tidak
ada otoriter seperti pemilik dengan robot.
Di tengah perjalanan
pengkaderan maba 2011 selama 2 bulan, saya belum melihat hasil yang cukup baik.
Saya harus menyadari ketika hasil belum baik dan team akan dibebani tugas lagi
akan terjadi kekacauan konsep. Oleh karena itu, dibentuklah SC tambahan dalam
menkonsep Camp untuk membantu dan mendorong program pengkaderan sebelumnya. Sangat
jarang terjadi penambahan SC dipertengahan jalan, saya mengambil kebijakan ini
khusus menyiapkan kegiatan Camp (Ocean Survival). Konsekuensinya saya
mengontrol dan membimbing 2 team untuk menyukseskan kegiatan pengkaderan ini. Di
tengah isu kampus yang tidak mengijinkan kegiatan maba di luar kampus,
Alhamdulillah proposal kegiatan di setujui walaupun dengan proses panjang. Memang
setiap ada kesuksesan pasti ada pengorbanan yang diikhlaskan. Saya bersedia DO
ketika menyangkut maba di camp nanti. Pada waktu itu, saya hanya mengambil 16
SKS dan sebenarnya 21 SKS dengan hasil IPS 2,44. Itulah resiko yang harus
diambil ketika kita memilik keinginan hal kesuksesan.
Dari segi waktu, saya
telah gagal melakukan pengkaderan terhadap angkatan 2011 karena sudah melebihi
target waktu. Maka dari itu, saya menambah waktu pengkaderan sampai bulan
februari. Dengan pertimbangan ini, saya dan team harus memiliki konsekuensi
memperbaiki internal dan maba. Waktu sudah mendekati perhelatan ocean survival
yang belum pernah dilakukan jurusan selama 4 tahun terakhir. Saya dan panitia
sudah berkomunikasi dengan warga sebaik mungkin terkait konsep yang dilakukan
camp nanti. Hari H sudah dapat dihitung 5 jari, tetapi keinginan warga pun
belum terpenuhi. Saya jawab dengan jujur dengan warga bahwa ketika camp ini
diundur saya pastikan tidak akan terealisasikan dengan baik karena panitia dan
maba sudah siap sesuai rencana. Saya mengaku terkait filosofi kepanitian
dipastikan salah kaprah karena saya juga bekerja diranah OC. Siapa lagi yang
bertindak ke teknis acara kalau bukan kita yang ini-ini saja. Pikiran
saya sangat tertekan sehingga blusukan ke panitia dan warga harus dilakukan
dengan cepat. Warga menjawab bagaimana dengan angkatan itu dan angkatan ini,
saya jawab yang begitu mas tindakannya.
Dengan begitu, saya
menghimbau dan memohon bantuan team dan teman lainya sesuai dengan rencana saya.
Pada hari H (jumat) saya memantau tenda harus berdiri dan dipastikan truk
pengangkut dan panitia siap berangkat. Siang harinya maba harus memberikan
konfirmasi keberangkatan dan panitia sudah siap perlengkapan acara. Hari itu,
saya tidak memikirkan siap atau tidak panitianya, yang lebih penting kedua
elemen ini harus ada di TKP. Saya mendapatkan kabar kalau warga akan datang
lebih awal yaitu jumat malam. Saya berpikir positif bahwa senior akan lebih
tahu ihwal kedatangannya lebih awal. Proses awal kegiatan pun sudah
dilaksanakan oleh panitia dan maba tiba waktunya untuk istirahat. Dan panitia
melakukan rapat koordinasi total untuk menyiapkan kegiatan. Dan ada laporan
saya dipanggil warga dan saya diinstruksikan untuk mengumpulkan seluruh panitia
di lapangan. Saya pun mengumumkan bahwa seluruh panitia berkumpul dan posisi SC
camp dan pengkaderan sendiri, Panitia Himpunan sendiri, angkatan 2009 sendiri
dan angkatan 2010 sendiri. Dari situ proses perenungan dan kesepakatan dimulai
oleh seluruh panitia dan warga. Saya pun hanya bisa berpendapat dan saya
serahkan ke pimpinan himpunan bagaimana selanjutnya.
Kesepakatan pun sudah
disetujui oleh semua pihak dan saya pun bersykur kalau warga sudah mengingatkan
tugas mereka selama ini. Kegiatan camp pun sudah selesai dengan baik dan acara
yang didatangi oleh alumni, dosen, warga (mahasiswa lebih senior), panitia dan
mahasiswa angkatan 2011. Hujan deras yang mengguyur di dataran tinggi trawas mojokerto
membuat acara camp tersebut lebih bermakna. Saya terima kasih kepada senna dan
cepe selaku kedua koordinator SC, SC Pengkaderan dan Camp, PSDM 2011-2012,
Himpunan 2011-2012, angkatan 2009, angkatan 2010, warga 2008++, angkatan 2011,
alumni, jurusan teknik kelautan, ITS, warga bumi perkemahan dlundung trawas, wali
mahasiswa angkatan 2011, pihak berwenang trawas, dinas sosial mojokerto dan
seluruh pihak yang belum disebutkan. Saya mohon maaf ketika saya mengambil
kebijakan yang keliru dan kurang berkenan. Inshaallah semua perbuatan itu
menjadi pembelajaran semua pihak. Di sini saya tidak bisa menceritakan semua
kegiatan yang telah terjadi di blog ini. Diskusi saja ya. Spirit.

Acara didalamnya apa saja kak?
BalasHapus