Selasa, 11 Februari 2014

Pengkaderan Kampus dan Camp (Ocean Survival)



Maba (mahasiswa baru) identik dengan kegiatan ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus). Apalagi perguruan tinggi yang menyandang kampus teknik,  pasti terdengar cukup mengerikan ketika mendengar isu meninggal dunianya mahasiswa baru. Dalam kenyataannya memang  ospek di kampus teknik cukup keras dan elegant dari pada kampus non-teknik. Mayoritas maba yang baru kuliah harus memiliki ukuran rambut 1 cm “gundul”. Senior yang menugaskan ke juniornya tersebut, memiliki nilai yang baik dan cukup positif sehingga tidak terkesan balas dendam saja. Manfaat yang paling terasa bagi maba adalah saling mengenal diantara teman seangkatan dan beberapa senior. Kedua, maba diberi pengalaman manajerial beban perantara karena mereka proses transisi dari kehidupan siswa menuju mahasiswa seutuhnya. Itulah yang saya rasakan selama menjadi maba dengan adanya pengkaderan atau ospek.

Menurut desas-desus senior ketika menyampaikan pengalaman pengkaderan pada era sebelum tahun 2000an, kegiatannya semi militer. Mereka suka dan duka merasakan beratnya kegiatan non kuliah selama menyandang gelar maba. Menurut hemat saya, kegiatan kekerasan pengkaderan pada jaman dahulu memang terkait sisa-sisa proses perjuangan kemerdekaan atau kolonial. Jadi mereka dituntut lebih keras untuk menghadapi kehidupan jaman tersebut, bahkan lulus kuliah bisa 10 tahun lebih. Dan mereka harus memiliki sikap kebersamaan dan perjuangan bangsa yang cukup tinggi. Di sini tidak ada yang salah dengan proses pengkaderan se-zamannya itu. Kalau kita melihat bangsa yang sudah maju seperti di barat, kondisi pengenalan kampus tidak seperti perguruan tinggi di Indonesia. Kita tidak bisa membandingkan baik atau buruknya pengkaderan di Indonesia dan bangsa barat karena kondisi dan latar belakang bangsanya juga berbeda.

Saya menjadi maba merupakan mahasiswa yang kurang suka dikendalikan oleh mahasiswa senior, barangkali disebabkan oleh pengetahuan kurang memadai dan kurangnya organisasi pada waktu SMA. Saya sering kali memprovokasi tidak sepakat dengan tawaran senior, sehingga timbullah permasalahan internal angkatan untuk diselesaikan. Hal inilah yang menyebabkan saya ketika tahun kedua ajaran kuliah mengikuti banyak organisasi dan panitia pengkaderan. Motivasi pertama memang untuk merubah sikap diri sendiri terhadap perbedaan karakter orang. Kedua, saya ingin merubah kebijakan alur pengkaderan dan membuat konsep yang beriringan jaman saat ini/kekinian. Oleh karena itu, saya sewaktu menduduki posisi ketua departemen PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa) mencoba untuk membuat kegiatan semenarik mungkin dan terbuka bagi mahasiswa baru.

Langkah pertama sebelum membuat alur pengkaderan mahasiswa baru angkatn 2011, saya terlebih dahulu diskusi berbagai angkatan dan sharing konsep dengan jurusan lain. Berbagai jurusan ITS memiliki perbedaan pada proses pengkaderan terhadap mabanya. Adanya yang memiliki cara keras dan elegant terhadap mabanya dan ada yang cukup lunak dan bersahabat pada mabanya. Analisa yang harus dilakukan senior adalah potensi, karakter dan budaya asal maba. Kemudian, senior juga mempertimbangkan perkembangan sosial masyarakat dan bangsanya. Dari sini senior akan memiliki formula yang cukup praktis untuk memberikan ospek terhadap maba demi kesuksesan dan kemajuan yang diinginkan. Dalam praktek lapangan tidak semua senior memiliki pemikiran yang berkembang dan baik dalam pengetahuan psikologi ini. Saya pun memiliki kendala juga saat membuat team yang solid dan visioner. Pada saat itu juga terjadi sebuah persepsi yang kurang baik dengan pemimpin saya, walaupun saya sudah ikhlas dan lapang dada melaksanakan tugasnya. Dengan permasalahan internal tersebut saya membangun team SDM seadanya.

Jadi permasalahan utama pengkaderan itu terdapat pada budaya senior dan SDM panitia. Sebagus apapun konsep pengkaderan yang dibuat tetapi tidak dibarengi dengan budaya senior dan SDM panitia yang baik, hasil maba yang diinginkan pun tidak bisa berbuah baik. Saya menyadari keadaan team utama saya SC (Steering Committee) dan OC (Organization Committee). Target dari saya pun tidak terlalu tinggi, mengingat dari kondisi panitia tersebut. Maka muncul goal pengkaderan yaitu Developing Worth of Educatif  Loyality Discipline  in Ocean Engineering (D’WELDING). Mengembangkan mahasiswa teknik kelautan 2011 yang edukatif, disiplin, dan memiliki loyalitas yang tinggi sehingga menjadi mahasiswa yang berprestasi dan berdedikasi bagi almamater dan bangsa. Penjabaran target tersebut ditempuh dengan berbagai macam kegiatan yang mendukung dan saling terkait. Keinginannya bisa diselsaikan selama 4 bulan sebelum UAS semester 1 dan diakhiri camp.


Mengapa kegiatan ospek maba harus dibatasi? Secara filosofi hidup, manusia itu akan mengalami pengkaderan hidup sampai dia meninggal dunia. Artinya manusia akan dituntut untuk belajar dan belajar terus sampai proses untuk mencapai kesuksesan yang paling tinggi dan benar hingga kembali ke Rahmatullah Yang Maha Pencipta. Inilah yang harus dipahami oleh pengkader dan memiliki target yang jelas dan memadai. Kita tidak bisa menyamakan standar kehidupan kampus di mata setiap mahasiswa. Hanya saja senior dituntut menggiring mereka untuk membuka kondisi kampus sebaik mungkin. Setelah itu terserah mereka ingin menjadi seseorang yang sedang direncanakan masing-masing. Kalau senior memiliki hati yang rendah hati, bersikap terbuka dan berwawasan tidak akan memaksakan mabanya seperti dia. Tidak heran saya dan panitia pernah digugat senior “warga” karena kurang siap dan kurang layak. Senior sebaiknya bersikap seperti murid dan guru sehingga timbul timbal balik yang baik kepada mabanya. Apalagi seniornya bisa memberikan sikap teladan baik yang patut dicontoh oleh mabanya. Maka dari itu, saya menyatakan kepada angkatan 2011 ketika ada panitia dan senior yang salah bisa saling mengingatkan agar tidak ada otoriter seperti pemilik dengan robot.

Di tengah perjalanan pengkaderan maba 2011 selama 2 bulan, saya belum melihat hasil yang cukup baik. Saya harus menyadari ketika hasil belum baik dan team akan dibebani tugas lagi akan terjadi kekacauan konsep. Oleh karena itu, dibentuklah SC tambahan dalam menkonsep Camp untuk membantu dan mendorong program pengkaderan sebelumnya. Sangat jarang terjadi penambahan SC dipertengahan jalan, saya mengambil kebijakan ini khusus menyiapkan kegiatan Camp (Ocean Survival). Konsekuensinya saya mengontrol dan membimbing 2 team untuk menyukseskan kegiatan pengkaderan ini. Di tengah isu kampus yang tidak mengijinkan kegiatan maba di luar kampus, Alhamdulillah proposal kegiatan di setujui walaupun dengan proses panjang. Memang setiap ada kesuksesan pasti ada pengorbanan yang diikhlaskan. Saya bersedia DO ketika menyangkut maba di camp nanti. Pada waktu itu, saya hanya mengambil 16 SKS dan sebenarnya 21 SKS dengan hasil IPS 2,44. Itulah resiko yang harus diambil ketika kita memilik keinginan hal kesuksesan.


Dari segi waktu, saya telah gagal melakukan pengkaderan terhadap angkatan 2011 karena sudah melebihi target waktu. Maka dari itu, saya menambah waktu pengkaderan sampai bulan februari. Dengan pertimbangan ini, saya dan team harus memiliki konsekuensi memperbaiki internal dan maba. Waktu sudah mendekati perhelatan ocean survival yang belum pernah dilakukan jurusan selama 4 tahun terakhir. Saya dan panitia sudah berkomunikasi dengan warga sebaik mungkin terkait konsep yang dilakukan camp nanti. Hari H sudah dapat dihitung 5 jari, tetapi keinginan warga pun belum terpenuhi. Saya jawab dengan jujur dengan warga bahwa ketika camp ini diundur saya pastikan tidak akan terealisasikan dengan baik karena panitia dan maba sudah siap sesuai rencana. Saya mengaku terkait filosofi kepanitian dipastikan salah kaprah karena saya juga bekerja diranah OC. Siapa lagi yang bertindak ke teknis acara kalau bukan kita yang ini-ini saja. Pikiran  saya sangat tertekan sehingga blusukan ke panitia dan warga harus dilakukan dengan cepat. Warga menjawab bagaimana dengan angkatan itu dan angkatan ini, saya jawab yang begitu mas tindakannya.

Dengan begitu, saya menghimbau dan memohon bantuan team dan teman lainya sesuai dengan rencana saya. Pada hari H (jumat) saya memantau tenda harus berdiri dan dipastikan truk pengangkut dan panitia siap berangkat. Siang harinya maba harus memberikan konfirmasi keberangkatan dan panitia sudah siap perlengkapan acara. Hari itu, saya tidak memikirkan siap atau tidak panitianya, yang lebih penting kedua elemen ini harus ada di TKP. Saya mendapatkan kabar kalau warga akan datang lebih awal yaitu jumat malam. Saya berpikir positif bahwa senior akan lebih tahu ihwal kedatangannya lebih awal. Proses awal kegiatan pun sudah dilaksanakan oleh panitia dan maba tiba waktunya untuk istirahat. Dan panitia melakukan rapat koordinasi total untuk menyiapkan kegiatan. Dan ada laporan saya dipanggil warga dan saya diinstruksikan untuk mengumpulkan seluruh panitia di lapangan. Saya pun mengumumkan bahwa seluruh panitia berkumpul dan posisi SC camp dan pengkaderan sendiri, Panitia Himpunan sendiri, angkatan 2009 sendiri dan angkatan 2010 sendiri. Dari situ proses perenungan dan kesepakatan dimulai oleh seluruh panitia dan warga. Saya pun hanya bisa berpendapat dan saya serahkan ke pimpinan himpunan bagaimana selanjutnya.

Kesepakatan pun sudah disetujui oleh semua pihak dan saya pun bersykur kalau warga sudah mengingatkan tugas mereka selama ini. Kegiatan camp pun sudah selesai dengan baik dan acara yang didatangi oleh alumni, dosen, warga (mahasiswa lebih senior), panitia dan mahasiswa angkatan 2011. Hujan deras yang mengguyur di dataran tinggi trawas mojokerto membuat acara camp tersebut lebih bermakna. Saya terima kasih kepada senna dan cepe selaku kedua koordinator SC, SC Pengkaderan dan Camp, PSDM 2011-2012, Himpunan 2011-2012, angkatan 2009, angkatan 2010, warga 2008++, angkatan 2011, alumni, jurusan teknik kelautan, ITS, warga bumi perkemahan dlundung trawas, wali mahasiswa angkatan 2011, pihak berwenang trawas, dinas sosial mojokerto dan seluruh pihak yang belum disebutkan. Saya mohon maaf ketika saya mengambil kebijakan yang keliru dan kurang berkenan. Inshaallah semua perbuatan itu menjadi pembelajaran semua pihak. Di sini saya tidak bisa menceritakan semua kegiatan yang telah terjadi di blog ini. Diskusi saja ya. Spirit.



1 komentar: