Saya masuk jurusan
Teknik Kelautan ITS karena ingin menjadi Teknisi atau engineer atau ahli di
bidang kelautan dan kemaritiman. Tetapi di pertengahan jalan tepatnya saat
mengerjakan tugas akhir (TA) kuliah, saya sudah kepikiran untuk membuka usaha
mandiri. Cita-cita ini mulai muncul menjelang akhir kuliah, saya pun bersama 4
teman mahasiswa membuat usaha kecil namanya Chiby Milk. Pertengahan bulan mei
2013, ada workshop entrepeneur yang diadakan oleh yayasan beasiswa KSE dan
donatur Bank OCBC NISP. Konsentrasi pun terpecah antara menyelesaikan TA dan
mengembangkan diri dalam entrepeneur, saya pun ikut workshop tersebut (Young
Entrepeneurship Spirit) yang diadakan di kota bandung selama 3 hari. Dan tiba
di Surabaya, saya harus menyiapkan bahan presentasi untuk ujian TA (P2) yang
dilakukan pada besoknya. Saya tetap semangat untuk ujian P2 walaupun hati sudah
berbunga-bunga menjadi wiraswasta, karena ini juga tuntutan orang tua agar
lulus tepat waktu. Untuk proses pengerjakan TA di jurusan teknik kelautan ada 3
kali yaitu P1, P2 dan P3.
Alhamdulillah ujian TA
P2 bisa diselsaikan dengan baik dan lancar, walaupun sebenarnya masih banyak
yang harus direvisi dan dikerjakan lagi. Bapak dan ibu selalu menghubungi saya
pada saat proses pengerjaan TA, memang kedua orang tua sangat menyayangi semua
anaknya dalam keadaan apapun. Kemudian permasalahan TA yang belum diselsaikan
cukup banyak dan tugas besar kuliah serta tugas organisasi dan jualan berjalan
beriringan. Memang ini yang tersulit dalam mengatur waktu karena semua kegiatan
harus berjalan. Tetapi lambat laun semua kegiatan harus ada dikorbankan agar
program semester akhir ini berhasil dengan baik. Maka dengan ini, usaha kecil
ini yang dihilangkan karena kondisi teman-teman juga mengalami masalah seperti
saya. Hal inilah yang membuat karakter pribadi menjadi seorang entrepeneur
menjadi terkikis.
Dengan sabar, tabah
serta selalu berdoa TA bisa diujikan ke P3 sesuai waktunya. Memang
perjalanannya tidak selancar dan baik yang kita bayangkan. Anda semua yang
mengambil skripsi/TA pasti mengalaminya. Detik-detik kelulusan sarjana teknik
sudah didepan mata, akhirnya saya pun mengikuti yudisium jurusan dan institute
pada pertengahan bulan agustus 2013. Setelah yudisium, calon wisudawan menunggu
diwisuda sekitar 1 bulan. Sehingga waktu itu saya mengulang lagi untuk menjadi
seorang entrepreneur dengan mengikuti finalist Young Entrepeneurship Spirit
(YES) yang diadakan di Jakarta dengan aturan seleksi proposal. Alhamdulillah
nama saya tercantum di finalist dan presentasinya diadakan setelah acara
wisuda. Dengan rasa syukur yang tak hingga dan cukup bahagia, saya diwisuda di
Graha ITS tanggal 22 september 2013. Momen senang dan cuka cita bersama dengan
keluarga cukup dirasakan 1 hari saja karena saya tidak ikut pulang bersama
keluarga, dan menyiapkan ke Jakarta untuk presentasi finalist lomba YES.
Akhirnya saya dan 2
rekan sesama penerima beasiswa KSE berangkat ke Jakarta dengan membawa proposal
masing-masing. Di sana bertemu dengan 12 tim proposal yang akan memperebutkan
hadiah untuk mengembangkan usahanya. Saya belum berpikir untuk mencari
pekerjaan saat wisuda. Acara Bursa Karir ITS (BKI ) yang diadakan setelah
wisuda juga terlewatkan. Tetapi teman deket saya terus memberi nasehat agar menitipkan
berkas untuk dilamarkan perusahaan yang sesuai di BKI. Hati paling dalam masih
terpikir untuk menjadi pengusaha mandiri. Maka dari itu, dengan tekad bulat
untuk memenangkan lomba tersebut sangat antusias. Jika saya menang, inshaallah
waktu itu tidak akan bekerja dan tetap berwiraswasta. Pada saat pengumuman
pemenang lomba juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1, 2, 3, hati saya
berdebar-debar kencang. Keputusan menjadi jobseeker atau pengusaha amatir akan
saya putuskan di situ. Saya berdoa kepada Allah SWT yang terbaik buat masa
depan saya dan sekitarnya. Dengan suasana acara yang cukup istimewa yang
disponsori Bank OCBC NISP, momen pengumuman menjadi ajang ramah tamah antara
peserta dan panitia. Dan akhirnya saya tidak mendapatkan juara apapun dalam
kompetisi tersebut dan bersyukur mendapatkan uang saku untuk tambahan usaha. Di
sinilah hati bimbang dan bingung mau berjalan kemana arah kompas kehidupan
saya.
Sesampai di kota Surabaya
dilanjutkan mengikuti tes interview bank mandiri tanpa ke kos terlebih dahulu
sehingga badan belum mandi. Saya cukup terkejut juga dengan adanya interview
bank, walaupun tidak kepikiran saya terima kasih kepada yang melamarkannya. Setelah
itu, ada panggilan psikotes dari meratus line di kampus. Hasil dari psikotes
pun tidak sesuai harapan, hal ini yang membuat pengalaman pertama kali
mengikuti tes kerja perusahaan. Saya tidak memiliki banyak kesempatan lagi
untuk mengikuti tes pekerjaan. Saya pulang ke jombang dan berdiskusi dengan
orang tua, mereka mengharapkan saya untuk bekerja terlebih dahulu. Maka dari
itu, saya mulai merenung dan berpikir keras untuk mencari solusinya. Teman dekat
juga selalu mendukung untuk mencari pekerjaan terlebih dahulu. Lalu, dua minggu
setelah wisuda diputuskan untuk menjadi jobseeker karena jalan ini yang sesuai
dengan keadaan saya.
Pada bulan oktober 2013
banyak job fair yang diadakan di sekitar kota Surabaya dan malang. Tidak ketinggalan
momen, saya menyiapkan banyak lembaran berkas untuk dilamarkan di perusahaan
yang membuka stand. Pada bulan itu, saya pernah mengikuti tes kerja dari
perusahaan Paragon, BRI, dan Astra. Tetapi hanya Astra yang tidak saya ikuti
karena berbenturan dengan BRI. Satu prinsip yang menjadi pegangan bahwa melamar
berbabagi pekerjaan dan mengikuti tes merupakan suatu proses awal untuk
mencapai tujuan dan pengalaman. Saya pun mengirim banyak lamaran di lowongan
SCC kampus ITS. Sampai bulan November, belum ada tes pekerjaan yang mendekati
tahap akhir. Akhirnya diputuskan untuk mengikuti bursa karir ITB dan saya
berangkat sendirian dari Surabaya. Doa orang tua dikabulkan karena saya
mendapatkan panggilan tes CPNS BPPT di bulan November 2013. Pada waktu
mengikuti job fair ITB, hanya 1 perusahaan yang memberikan panggilan tes yaitu
PT Tripatra. Nasib ini juga dirasakan seluruh teman seperjuangan dari Teknik
Kelautan yang mengikuti bursa karir di sini.
Rute selanjutnya adalah
menuju Jakarta untuk bertemu alumni Teknik Kelautan ITS dan mengikuti tes pekerjaan
yaitu BPPT dan PT Tomo & Son. Tes pertama di PT Tomo & Son karena saya
dan teman saya (Cepe) melamar saat ada pengumuman di group Teknik Kelautan. Alhamdulillah
pada hari itu juga dinyatakan lulus oleh perusahaan. Tetapi orang tua belum
mengijinkan saya untuk bekerja di luar jawa, karena kedua kakak saya masih di
luar jawa yaitu Papua dan Brunai Darusallam. Jadi saya tidak mengambil karir di
perusahaan surveyor kapal tersebut. Kehidupan Jakarta cukup resah dan padat
apalagi kondisi menganggur sehingga menimbulkan rasa ingin libur sejenak. Kemudian
saya tentukan refreshing sejenak ke Bogor/IPB untuk mengunjungi teman SMA
(Azam). Liburan ke bogor dihabiskan selama 3 hari, bersyukur bisa jalan-jalan
ke puncak bogor. Saya balik lagi ke Jakarta untuk persiapan tes pertama BPPT. Pada
waktu tes tersebut saya kurang pede karena belum belajar maksimal tes CPNS. Alhamdulillah
bisa mengerjakan tes dengan baik dan hasilnya di atas standar nilai minimum. Dan
hari itu juga langsung balik ke Surabaya dengan naik kereta sendirian. Berangkat
naik ekonomi dan pulang naik eksekutif, hehehe.
Saya bersykur pada
bulan November dan desember masih ada tes berlanjut dari PPS BRI. Dan proses
melamar ke berbagai perusahaan tetap dilanjutkan, hal ini untuk menguji
kesabaran dan belajar menjadi jobseeker yang baik. Bulan desember ada beberapa
panggilan tes yaitu tes akhir PPS BRI dan BPPT serta tes bulan januari yaitu PT
Depriwangga Engineering dan PT Indospec Asia. Ibu berharap bekerja di BRI saja
karena melihat perusahaan berbasis BUMN dan bapak berharap sesuai dengan ilmu
pendidikan kuliah. Kedua orang tua terus berdoa dan berjuang yang terbaik demi
anaknya. Saya pun terus berdoa dan berharap bahwa bulan desember 2013 sudah ada
pencerahan dalam dunia karir.
Bulan desember 2013
juga akan berganti tahun baru 2014 dan kabar tentang pekerjaan belum pasti. Saya
tetap berpikiran positif dan Allah SWT selalu memberikan cobaan pada hambaNya. Berkarir
di BRI juga kelihatannya pupus karena teman seangkatan seleksi sudah ada yang
dipanggil ke Jakarta. Pada hari selasa, 31 Desember 2013 saya dan teman
berusaha untuk menenangkan hati dengan cara berlibur di daerah dingin yaitu
Pacet, Mojokerto. Sebenarnya ini hanya bertujuan untuk mengurangi kejenuhan
pikiran akan pekerjaan. Pada siang hari, kami langsung balik ke Surabaya dan
menghindari kemacetan Surabaya saat acara tahun baru. Saya merasa ada sesuatu
yang baik bagi saya, tiba-tiba kakak laki-laki dari papua menghubungi kalau
diterima di BPPT. Saya langsung bersyukur tak hingga dan Alhamdulillah sudah
diputuskan untuk berkarir di lembaga pemerintahan tersebut. Di pertengahan
jalan, tepatnya di jalan mojosari mencari warnet untuk mengeceknya. Saya segera
menghubungi kedua orang dan mengucapkan terima kasih atas doanya selama ini. Saya
pun memutuskan tidak menghadiri interview perusahaan engineering.
Itulah perjalanan
sekilas untuk mencari karir setelah wisuda sarjana, sebagaimana dibebani
pikiran untuk memutuskan menjadi jobseeker atau pengusaha amatir. Rentang waktu
3 sampai 4 bulan untuk berproses mencari pekerjaan yang sesuai bidang akademik.
Banyak hal yang harus dirasakan seseorang untuk menjadi bagian jobseeker.
Memang tidak semua mencari pekerjaan yang sesuai keinginan itu berjalan dengan
lancar dan baik. Allah SWT memberikan kehendak kepada hambaNya selalu memiliki
takaran yang pas dan tepat. Kita sebagai manusia hanya dituntut untuk selalu
bekerja keras dan berusaha. Hasilnya kita serahkan kepada Maha Pencipta dan
Maha Kehendak secara positif thingking. Semua pekerjaan itu bisa membahagiakan
semua hambanNya yang dilandasi dengan rasa syukur, ikhlas, kerja keras dan taat
serta menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Semoga manusia bisa
sukses akhirat dan dunia. Amin
